
Oleh: Redaksi Bursakota.co.id
Minggu pagi di Pantai Piwang, Kota Ranai, biasanya menjadi waktu bagi warga menikmati suasana pesisir dengan semilir angin laut. Namun, pada 26 Juli 2026, kawasan tersebut menghadirkan suasana berbeda.
Sejak matahari mulai meninggi, tenda-tenda pelayanan kesehatan mulai dipenuhi masyarakat. Antrean perlahan terbentuk. Orang tua, anak-anak, hingga warga lanjut usia datang membawa harapan sederhana: mendapatkan pemeriksaan kesehatan tanpa harus memikirkan biaya.
Di antara warga yang menunggu giliran, para tenaga medis terlihat sibuk memberikan pelayanan. Mulai dari pemeriksaan tekanan darah, konsultasi dokter umum, pemeriksaan kesehatan gigi, hingga layanan dokter spesialis Telinga, Hidung, dan Tenggorokan (THT).
Sebagian warga juga menjalani pemeriksaan laboratorium sederhana sebagai langkah awal mengetahui kondisi kesehatan mereka sebelum mendapatkan pelayanan pengobatan gratis.
Hari itu, Lanud Raden Sadjad menghadirkan pelayanan kesehatan gratis dalam rangka memperingati Hari Bakti TNI Angkatan Udara ke-79. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Komandan Lanud Raden Sadjad, Marsekal Pertama TNI Onesmus Gede Rai Aryadi, S.E., M.M., M.Han., dan disambut antusias oleh masyarakat Natuna.
Bagi sebagian warga, kegiatan tersebut bukan sekadar pemeriksaan kesehatan. Kehadiran layanan medis yang mudah dijangkau menjadi kesempatan berharga, terutama bagi masyarakat yang selama ini harus mempertimbangkan jarak maupun biaya untuk memeriksakan kondisi kesehatannya.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas terlaksananya pengobatan dan pemeriksaan kesehatan gratis yang dilaksanakan oleh TNI Angkatan Udara Lanud Raden Sadjad Natuna,” ujar salah seorang warga yang mendapatkan pelayanan kesehatan gratis.

Komandan Lanud Raden Sadjad, Marsekal Pertama TNI Onesmus Gede Rai Aryadi, S.E., M.M., M.Han., menyampaikan, pengobatan massal merupakan bentuk pengabdian TNI Angkatan Udara kepada masyarakat. Melalui kegiatan sosial tersebut, TNI AU berupaya hadir lebih dekat dan memberikan manfaat nyata bagi warga.
“Pelayanan yang diberikan meliputi pemeriksaan dokter spesialis THT, dokter umum, dokter gigi, hingga pemeriksaan laboratorium sederhana. Warga memanfaatkan kesempatan ini untuk memeriksakan kondisi kesehatannya,” ujar Danlanud.
Menurutnya, Hari Bakti TNI AU tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang sejarah pengabdian, tetapi juga menjadi kesempatan memperkuat kepedulian melalui aksi nyata yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua PIA Ardhya Garini Cabang 9/Daerah I Lanud Raden Sadjad Ny. Marni Onesmus Pasaribu, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pejabat TNI, instansi pemerintah, tenaga kesehatan Rumah Sakit Angkatan Udara (RSAU), Puskesmas Ranai, Lanal Ranai, serta mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Airlangga.
Keterlibatan berbagai pihak dalam kegiatan tersebut menjadi gambaran bahwa pelayanan kesehatan merupakan tanggung jawab bersama. Di balik meja pemeriksaan, para tenaga medis terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang datang silih berganti.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna, Aliansyah, S.K.M., mengapresiasi langkah Lanud Raden Sadjad yang secara konsisten menghadirkan berbagai kegiatan sosial bagi masyarakat.
Selain pengobatan massal, Lanud juga telah melaksanakan berbagai kegiatan seperti khitanan massal dan donor darah.
Lebih dari sekadar memberikan layanan kesehatan, kegiatan ini menjadi jembatan yang semakin mempererat hubungan antara TNI Angkatan Udara dan masyarakat Natuna.
Kehadiran prajurit di tengah warga menunjukkan bahwa pengabdian tidak hanya dilakukan melalui tugas pertahanan, tetapi juga melalui kepedulian dan sentuhan kemanusiaan.
Rangkaian Hari Bakti TNI Angkatan Udara ke-79 selanjutnya akan diisi dengan berbagai kegiatan sosial lainnya, seperti ziarah, anjangsana, pemberian tali asih, hingga upacara puncak di Lanud Raden Sadjad.
Di Pantai Piwang pagi itu, yang tersisa bukan hanya jejak langkah warga di atas pasir. Ada rasa lega dan harapan yang dibawa pulang, bahwa kepedulian masih hadir, dan kesehatan dapat dijangkau ketika banyak pihak memilih untuk berbagi.***












