Kantor SAR Natuna Berikan Edukasi Pertolongan Pertama kepada Komunitas Maritim

0
22
FOTO : Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas B Natuna terus memperkuat edukasi keselamatan kepada masyarakat, khususnya komunitas yang beraktivitas di wilayah pesisir dan laut.

Natuna, Bursakota.co.id — Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas B Natuna terus memperkuat edukasi keselamatan kepada masyarakat, khususnya komunitas yang beraktivitas di wilayah pesisir dan laut.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui keterlibatan personel Kantor SAR Natuna dalam Lokakarya Membentuk CSOs yang Berkelanjutan di Sektor Kemaritiman di Kepulauan Riau, yang digelar di Natuna Dive Resort, Kabupaten Natuna, Rabu (7/10/2026).

Lokakarya hasil kolaborasi James Cook University (JCU) Australia bersama Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) tersebut mengangkat tema “Keselamatan dan Respons Darurat di Pantai dan Laut”.

Dalam kegiatan tersebut, personel Kantor SAR Natuna dipercaya menjadi narasumber untuk memberikan materi Medical First Responder (MFR) kepada para peserta.

Materi tidak hanya disampaikan secara teori, tetapi juga dilengkapi dengan praktik langsung mengenai penanganan korban dalam kondisi darurat di wilayah pesisir pantai dan laut.

Respons Cepat Jadi Kunci

Kepala Kantor SAR Natuna, Abdul Rahman, S.E., menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi pertolongan pertama sangat penting bagi masyarakat yang sehari-hari beraktivitas di wilayah maritim.

Pemahaman dasar pertolongan pertama diharapkan membuat masyarakat mampu memberikan respons awal ketika terjadi kecelakaan atau kondisi darurat, sembari menunggu kedatangan tim SAR profesional.

“Salah satu faktor penunjang keselamatan ketika berada di laut dan di wilayah pesisir pantai, selain alat keselamatan di air, adalah respons yang cepat dan tepat dari orang di sekitar korban dalam memberikan pertolongan awal saat kondisi darurat terjadi,” jelas Abdul Rahman.

Ia mengatakan, kemampuan pertolongan pertama tidak hanya dibutuhkan oleh personel penyelamat, tetapi juga masyarakat yang berada paling dekat dengan lokasi kejadian.

“Menyadari hal itu, kami ingin terus mendorong seluruh masyarakat, terutama yang berkecimpung di komunitas nelayan maupun maritim, pelaku wisata hingga pelajar, agar memiliki kemampuan pertolongan pertama medis dasar atau MFR,” lanjutnya.

Libatkan PMI dan Dinas Kesehatan

Selain Kantor SAR Natuna, kegiatan tersebut juga menghadirkan narasumber dari PMI Kabupaten Natuna dan Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab antara narasumber dan peserta lokakarya. Para peserta juga mendapatkan kesempatan untuk memperdalam pemahaman mengenai keselamatan serta respons menghadapi kondisi darurat di pantai dan laut.

Bagi wilayah kepulauan seperti Natuna, kemampuan masyarakat dalam memberikan pertolongan awal menjadi bagian penting dari upaya membangun kesiapsiagaan bersama.

Kantor SAR Natuna menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat. Kehadiran tersebut tidak hanya diwujudkan melalui operasi pencarian dan pertolongan, tetapi juga melalui pembinaan potensi SAR dan edukasi keselamatan.

Upaya tersebut diharapkan dapat membentuk masyarakat maritim yang semakin tangguh, sigap dan memiliki kepedulian terhadap keselamatan, sehingga mampu memberikan pertolongan awal secara tepat ketika menghadapi situasi darurat di wilayah pesisir maupun laut.

Editor : Papi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini