
Natuna — Sebuah penghargaan menjadi penanda atas semangat pengabdian di wilayah perbatasan. Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Natuna menerima Piagam Penghargaan dari Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Kogabwilhan I) atas inisiatif menggelorakan semangat nasionalisme di perairan Natuna.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Panglima Kogabwilhan I, Letnan Jenderal TNI Kunto Arief Wibowo, kepada Kepala Kantor SAR Natuna, Abdul Rahman, di Graha Serasan Lanud Raden Sadjad, Kabupaten Natuna, Minggu (16/8/2026).
Penghargaan diberikan atas capaian dan inisiatif Kantor SAR Natuna dalam memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia melalui kegiatan mengelilingi Pulau Bunguran Besar sambil mengibarkan Bendera Merah Putih di perairan wilayah perbatasan.
Bagi Abdul Rahman, penghargaan tersebut bukan sekadar bentuk apresiasi. Lebih dari itu, penghargaan menjadi dorongan bagi seluruh personel SAR Natuna untuk semakin memperkuat pengabdian kepada masyarakat.
“Penghargaan dari Kogabwilhan I ini adalah kehormatan sekaligus tanggung jawab. Ini memacu kami agar ke depan dapat bekerja lebih baik lagi, lebih solid, dan lebih hadir untuk masyarakat Natuna dalam setiap misi SAR. Juga semangat menjaga kedaulatan NKRI dari ujung negeri harus terus kita kobarkan melalui kerja nyata,” ujar Abdul Rahman.
Menempuh 112 Mil Laut, Membawa Merah Putih ke Pesisir
Penghargaan tersebut tidak terlepas dari kegiatan yang digagas Kantor SAR Natuna pada Rabu (12/8/2026).
Dengan dua unit rubber boat, personel SAR menyusuri perairan Pulau Bunguran Besar sejauh 112 mil laut. Perjalanan dimulai dari Pelabuhan Penagi, kemudian menuju Pelabuhan Teluk Buton, Pelabuhan Klarik, dan Pelabuhan Selat Lampa, sebelum kembali ke titik awal.
Sebanyak 10 personel lainnya disiagakan di darat untuk mendukung kelancaran kegiatan.
Namun perjalanan tersebut bukan sekadar pelayaran. Di setiap titik singgah, personel SAR mengibarkan Merah Putih sekaligus menyempatkan diri berinteraksi dengan masyarakat pesisir, khususnya para nelayan.
Edukasi mengenai prakiraan cuaca, penggunaan alat keselamatan, serta pengenalan nomor darurat nasional 115 turut diberikan kepada masyarakat.
Bagi SAR Natuna, kegiatan tersebut menjadi cara untuk menggabungkan pesan nasionalisme dengan edukasi keselamatan.
“Tidak sekadar berlayar. Kami ingin hadir bersama masyarakat, khususnya para nelayan. Dengan membagikan bendera Merah Putih di tengah laut, kami ingin terus membangun semangat rasa cinta tanah air,” jelas Abdul Rahman.
Ketika Nasionalisme Hadir di Tengah Laut
Wilayah Natuna memiliki karakter geografis yang khas. Laut menjadi ruang kehidupan bagi sebagian masyarakat sekaligus menjadi jalur utama aktivitas ekonomi dan mobilitas warga.
Karena itu, kehadiran personel SAR di tengah perairan bukan hanya berkaitan dengan operasi pencarian dan pertolongan. Kehadiran tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran keselamatan sekaligus menghadirkan negara di tengah masyarakat pesisir.
Kegiatan mengelilingi Pulau Bunguran Besar tersebut sejalan dengan tema HUT ke-81 RI, “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.”
Bagi SAR Natuna, semangat kedaulatan dapat diwujudkan melalui langkah-langkah sederhana yang berdampak langsung: menjaga keselamatan, memperkuat sinergi, memberikan edukasi kepada masyarakat, dan memastikan kehadiran negara tetap terasa hingga wilayah terluar.
Penghargaan Menjadi Energi Pengabdian
Abdul Rahman menegaskan penghargaan dari Kogabwilhan I akan menjadi motivasi bagi seluruh jajaran Kantor SAR Natuna untuk meningkatkan kualitas pengabdian.
Tidak hanya dalam pelaksanaan siaga dan operasi SAR, tetapi juga melalui kegiatan pembinaan serta edukasi kepada masyarakat.
“Ke depan, penghargaan ini akan menjadi bahan bakar semangat kami. Baik dalam pelaksanaan siaga dan operasi SAR, maupun kegiatan pembinaan masyarakat,” katanya.
Ia menegaskan komitmen Kantor SAR Natuna untuk terus hadir sebagai garda terdepan dalam misi pencarian dan pertolongan serta kegiatan kemanusiaan di wilayah perbatasan.
“Kami berkomitmen untuk terus menjadi garda terdepan misi pencarian dan penyelamatan serta kemanusiaan yang profesional, modern, dan teruji di wilayah perbatasan,” pungkasnya.
Di Natuna, penghargaan itu akhirnya bukan sekadar sebuah piagam. Ia menjadi pengingat bahwa di wilayah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, pengabdian dapat hadir melalui banyak cara—menolong ketika terjadi keadaan darurat, mengedukasi masyarakat tentang keselamatan, hingga mengibarkan Merah Putih di tengah luasnya perairan.
Editor : Papi












