Buton Tengah – Kabupaten Buton Tengah memasuki babak baru pembangunan di bawah kepemimpinan Bupati Dr. H. Azhari bersama Wakil Bupati Muh. Adam Basan. Setelah resmi dilantik pada 21 Maret 2025 untuk periode 2025–2030, kepemimpinan keduanya mulai mendapat perhatian publik melalui sejumlah program pembangunan dan kebijakan strategis yang dinilai menyentuh kebutuhan masyarakat.
Pengamat menilai, perjalanan politik Azhari hingga menjadi orang nomor satu di Buton Tengah bukanlah proses yang instan. Sebelumnya, Azhari pernah maju sebagai calon Bupati Buton pada Pilkada 2011, namun belum berhasil memenangkan kontestasi politik tersebut.
Lebih dari satu dekade kemudian, Azhari kembali tampil dalam Pemilihan Kepala Daerah 2024 dan berhasil memenangkan kepercayaan masyarakat Buton Tengah.
Dalam kurun waktu satu tahun kepemimpinannya, sejumlah capaian mulai terlihat di berbagai sektor, mulai dari ekonomi, pendidikan, infrastruktur hingga penataan sosial masyarakat.
Di bidang ekonomi dan perdagangan, Pemerintah Kabupaten Buton Tengah mulai mendorong stabilitas kebutuhan pokok melalui pembangunan gudang Bulog yang diproyeksikan menopang ketersediaan beras, gula, dan minyak goreng. Selain itu, aset PDAM Buton juga telah diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Buton Tengah sebagai bagian dari penguatan pelayanan air bersih kepada masyarakat.
Pada sektor pemberdayaan ekonomi desa, Koperasi Desa Napa disebut berhasil terpilih sebagai koperasi percontohan tingkat Sulawesi Tenggara.
Sementara di bidang pendidikan dan kesehatan, pemerintah daerah tengah mempersiapkan pembangunan Sekolah Rakyat terintegrasi mulai dari tingkat SD, SMP hingga SMA. Program tersebut juga direncanakan dilengkapi fasilitas lapangan sepak bola berstandar internasional.
Di sektor kesehatan, pembangunan RSUD Buton Tengah menjadi salah satu proyek prioritas yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat di daerah tersebut.
Adapun di bidang infrastruktur dan pemerintahan, sejumlah pembangunan jalan strategis mulai dikerjakan, di antaranya ruas Gongoma–Wongko, Lagili–Langkomu, lingkar Balabone–Sekolah Rakyat–Lakorua hingga Bungi–Pulau Sampakeha.
Selain pembangunan jalan, pemerintah daerah juga mulai membangun kantor DPRD Buton Tengah dan rumah jabatan bupati sebagai bagian dari penguatan pusat pemerintahan daerah.
Tidak hanya itu, Buton Tengah juga dinilai layak memiliki Pengadilan Agama dan Pengadilan Negeri sendiri guna memperkuat pelayanan hukum bagi masyarakat.
Di sektor ketertiban sosial dan lingkungan, pemerintah daerah melakukan sejumlah langkah penertiban terhadap penyakit sosial, seperti pemberantasan minuman keras, bom ikan, hingga pembatasan kegiatan joget malam yang dianggap berpotensi memicu konflik sosial di tengah masyarakat.
Pemerintah daerah juga menghentikan aktivitas tambang batu gamping yang dinilai berdampak terhadap kerusakan lingkungan.
Selain pembangunan fisik, Buton Tengah turut meraih predikat Kabupaten Kreatif Tahun 2025 dari pemerintah pusat, yang disebut menjadi salah satu indikator meningkatnya perhatian terhadap pengembangan potensi daerah.
Meski demikian, sejumlah pihak menilai tantangan pembangunan Buton Tengah ke depan masih cukup besar. Konsistensi program serta pemerataan dampak pembangunan disebut akan menjadi ukuran utama keberhasilan kepemimpinan daerah.
Pengamat menilai, ukuran keberhasilan pemerintahan tidak hanya dilihat dari banyaknya proyek yang dibangun, namun sejauh mana manfaat pembangunan benar benar dirasakan masyarakat secara luas.
Gaya kepemimpinan Bupati Azhari pun dinilai memiliki karakter berbeda di wilayah calon Provinsi Kepulauan Buton. Jika konsistensi pembangunan dan pelayanan publik terus dijaga, Buton Tengah dinilai berpeluang menjadi salah satu daerah yang menonjol dalam perkembangan pembangunan di kawasan Kepulauan Buton.
Laporan : Haris













