Ketua Umum KUPI 2026–2030 Tekankan Amanah Organisasi dan Kontribusi Nyata untuk Pidie

0
18
FOTO : Asfifuddin dalam rangkaian pelantikan Pengurus KUPI periode 2026–2030.

Aceh — Ketua Umum Keluarga Ureung Pidie (KUPI) periode 2026–2030, Dr. H. Asfifuddin, S.H., M.H., menegaskan bahwa amanah kepengurusan KUPI bukan sekadar kehormatan organisasi, melainkan tanggung jawab moral untuk memperkuat silaturahmi sekaligus menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat, Kabupaten Pidie, dan Provinsi Aceh.

Pesan tersebut disampaikan Asfifuddin dalam rangkaian pelantikan Pengurus KUPI periode 2026–2030. Ia mengajak seluruh jajaran pengurus menjadikan KUPI sebagai wadah pemersatu potensi masyarakat Pidie dengan mengedepankan semangat kekeluargaan, gotong royong, dan ukhuwah Islamiyah.

Menurutnya, kepercayaan yang diberikan kepada para pengurus harus dijawab melalui kerja nyata, pemikiran konstruktif, serta gagasan strategis yang mampu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan masyarakat.

“Berikan pemikiran yang terbaik dan konsep strategis, sekaligus mengupayakan solusi terhadap permasalahan di mana saudara tinggal, dan secara umum di Kabupaten Pidie dan Provinsi Aceh,” pesan Asfifuddin.

Ia menegaskan, KUPI tidak boleh berhenti sebagai simbol persatuan masyarakat Pidie. Organisasi tersebut harus mampu menjadi ruang komunikasi, mempertemukan berbagai potensi, serta membangun kolaborasi untuk melahirkan program yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Kekuatan KUPI Ada pada Kebersamaan

Asfifuddin menyebut kekuatan utama KUPI terletak pada kebersamaan. Karena itu, seluruh pengurus diharapkan tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi saling membantu, menguatkan, dan membuka ruang kerja sama dalam bingkai ukhuwah Islamiyah.

“Kehadiran saudara-saudara dalam kepengurusan KUPI ini adalah siap bantu-membantu, dalam bingkai ukhuwah Islamiyah,” ujarnya.

Pesan tersebut sekaligus menjadi arah bagi kepengurusan KUPI selama periode 2026–2030. Persatuan harus diwujudkan dalam kerja nyata, gagasan diterjemahkan menjadi solusi, sementara silaturahmi dikembangkan menjadi kolaborasi yang memberikan dampak positif.

Dr. Asfifuddin juga mengingatkan bahwa setiap jabatan dalam organisasi membawa konsekuensi moral. Oleh karena itu, seluruh pengurus harus mampu menjaga amanah, nama baik organisasi, serta siap mempertanggungjawabkan kepercayaan yang telah diberikan.

Dalam prosesi pelantikan, seluruh pengurus menyatakan kesediaan untuk menjalankan amanah dan mempertanggungjawabkan kepercayaan sebagai Pengurus KUPI periode 2026–2030.

Membuka Ruang Kontribusi bagi Pidie dan Aceh

Pelantikan tersebut sekaligus menjadi penanda dimulainya babak baru perjalanan KUPI di bawah kepemimpinan Dr. H. Asfifuddin.

Ke depan, KUPI diharapkan semakin aktif memperkuat peran sosial, membangun jejaring, serta memberikan kontribusi strategis bagi pembangunan daerah.

Ruang kontribusi tersebut terbuka luas di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, ekonomi, sosial kemasyarakatan, pemberdayaan generasi muda, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Bagi Asfifuddin, menjadi bagian dari KUPI bukan semata-mata tentang menduduki posisi dalam struktur kepengurusan. Lebih dari itu, terdapat tanggung jawab untuk berpikir, bekerja, membantu, dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat.

Dengan semangat tersebut, KUPI periode 2026–2030 diharapkan mampu membuktikan bahwa kekuatan ureung Pidie bukan hanya terletak pada besarnya jumlah dan luasnya jejaring, tetapi pada kemampuan untuk bersatu, berkolaborasi, serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat Pidie dan Aceh.(Hsb)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini