
NATUNA – Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) Al-Huda Desa Air Lengit menggelar acara pelepasan santri tahun ajaran 2025–2026 di Gedung MDT Al-Huda, Minggu (28/6). Sebanyak sembilan santri yang terdiri dari tujuh santriwan dan dua santriwati resmi dilepas setelah menyelesaikan pendidikan keagamaan di madrasah tersebut.
Acara berlangsung khidmat dan penuh haru. Selain dihadiri para santri dan wali santri, kegiatan ini juga dihadiri aparatur desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para alumni MDT Al-Huda yang turut memberikan dukungan dan semangat kepada para lulusan.
Kepala MDT Al-Huda, Ustaz Maskur, mengatakan pelepasan santri merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan para santri menyelesaikan pendidikan diniyah.
“Alhamdulillah, tahun ini kita kembali melaksanakan pelepasan sebanyak sembilan santri, terdiri dari tujuh santriwan dan dua santriwati. Mereka merupakan putra-putri Desa Air Lengit yang selama beberapa tahun dibina dalam ilmu agama, mulai dari yang belum bisa mengaji hingga mampu membaca Al-Qur’an dengan baik,” ujarnya.
Menurut Maskur, MDT Al-Huda tidak hanya mengajarkan kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga membentuk karakter dan akhlak para santri agar menjadi generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.
Selama mengikuti pendidikan di MDT Al-Huda, para santri dibimbing mulai dari membaca Iqra’ hingga Al-Qur’an secara tartil, mempelajari ilmu tajwid dan makharijul huruf, tata cara wudhu dan salat, doa-doa harian, rukun iman, rukun Islam, serta berbagai mata pelajaran keislaman lainnya seperti Fikih, Aqidah Akhlak, Al-Qur’an Hadis, Bahasa Arab, dan Sejarah Kebudayaan Islam.
“Anak-anak tidak hanya diajarkan membaca Al-Qur’an, tetapi juga memahami dasar-dasar ibadah sehingga mereka tidak sekadar ikut-ikutan dalam beribadah. Harapannya ilmu yang mereka peroleh bisa diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.
Ia berharap para lulusan dapat menjadi anak-anak yang saleh dan salehah, berbakti kepada orang tua, bermanfaat bagi masyarakat, serta mampu menjaga nilai-nilai agama di tengah perkembangan zaman.
“Kami berharap mereka terus belajar, menjaga akhlak, mengamalkan ilmu yang telah diperoleh, serta menjadi kebanggaan keluarga, agama, bangsa, dan daerah,” tambahnya.
Suasana pelepasan semakin meriah dengan berbagai penampilan seni yang dibawakan para santri, di antaranya tarian kreasi yang mendapat sambutan hangat dari para tamu undangan. Penampilan tersebut menjadi bukti bahwa selain dibekali ilmu agama, para santri juga diberi ruang untuk mengembangkan bakat dan rasa percaya diri.
Acara ditutup dengan doa bersama dan prosesi penyerahan piagam kepada para lulusan. Momen itu menjadi simbol berakhirnya masa belajar di MDT Al-Huda sekaligus awal perjalanan para santri untuk mengamalkan ilmu agama dalam kehidupan bermasyarakat. (Bk/Red)












