Mengenal Warisan Budaya Tradisi Mandi Safar Masyarakat Bunda Tanah Melayu

0
152
Ket Foto : Tradisi mandi safar di bunda tanah melayu

Bursakota.co.id, Lingga – Pemerintah Kabupaten Lingga melalui Dinas Kebudayaan Kabupaten Lingga menggelar perayaan tahunan mandi Safar di Gedung LAM Kabupaten Lingga, Rabu, (14/09/2023).

Mandi Safar adalah salah satu tradisi lama Melayu yang hingga kini masih terjaga eksistensinya di Kabupaten Lingga. Tradisi lama yang sudah berlangsung sejak ratusan tahun silam ini digelar setiap tahun di bulan Safar dalam hitungan Tahun Hijriah.

Tradisi ini dilakukan masyarakat Negeri Bunda Tanah Melayu secara turun temurun sejak lama. Bahkan, Sultan-sultan zaman dahulu juga telah melakukan kegiatan yang memiliki makna luar biasa itu.

Sesuai dengan namanya, tradisi ini dilaksanakan dengan acara mandi dengan tujuan untuk menolak bala. Dilansir dari berbagai sumber, Tradisi Mandi Safar ini sudah dilaksanakan sejak zaman Sultan Riau-Lingga, Sultan Abdulrahman Muazamsyah yang memerintah tahun 1883-1911.

Mandi safar di Lingga telah ditetapkan jadi warisan budaya tak benda (WBTB) Indonesia tahun 2018. Pemkab Lingga melalui Dinas Kebudayaan Lingga aktif menggelar mandi Safar ini sebagai perayaan tahunan.

Sekda Lingga, H. Armia memberikan apresiasi atas kerja keras Dinas Kebudayaan Kabupaten Lingga di bawah nakhoda Drs. Azmi.

“Mandi safar merupakan tradisi Melayu yang sudah lama dan menjadi Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia pada 2018. Pemkab Lingga terus melestarikan dengan kemasan yang semakin baik dari tahun ke tahun,”ujar Sekda Lingga.

Makna mandi safar ini diartikan yakni merupakan rangkaian memanjatkan doa dan harapan dijauhkan dari bala (tolak bala), menjaga lingkungan.

Mandi safar bukan hanya menjadi tradisi tetapi menjadi daya tarik wisata budaya. Menjadi norma dan tidak menyalahi dari semangat mandi safar itu sendiri.

Sebagaimana diketahui perayaan tradisi mandi Safar tahun ini mengusung tema “Dengan pelaksanaan tradisi mandi Safar, WBTb Indonesia kita pererat silaturahmi dan rasa cinta terhadap budaya daerah”.

Hadir pada perayaan tradisi mandi Safar di gedung LAM ini yakni Sekda Lingga didampingi Istri, Asisten II dan Asisten III yang juga didampingi Istri, Kepala Dinas Kebudayaan yang juga sekaligus Ketua LAM Kabupaten Lingga, Kepala Dinas dan Kepala Badan dalam ruang lingkup pemerintahan Kabupaten Lingga, perwakilan Kepala OPD, tokoh agama dan tokoh masyarakat, Ketua MUI Kabupaten Lingga serta seluruh tamu undangan yang turut memeriahkan perayaan mandi Safar ini dan anak-anak yang mengikuti prosesi pemandian mandi Safar ini.(Bk/Iwan)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini