Merasa Dibohongi, Ratusan Warga Talaga Raya Blokade Jeti PT AHB

0
36
Keterangan foto : warga talaga raya saat lakukan aksi pemboikotan di PT AHB

Buton Tengah – Kekecewaan warga Kelompok Tani Talaga Raya, Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara, memuncak. Ratusan warga turun langsung melakukan blokade dan mendirikan tenda di area jeti milik PT Anugerah Harisma Barakah (AHB), Selasa (9/6/2026), sebagai bentuk protes atas kompensasi lahan yang hingga kini belum mereka terima.

Warga menilai perusahaan tidak menunjukkan itikad serius dalam menyelesaikan kewajiban pembayaran ganti rugi lahan kebun yang berada di dalam wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP). Padahal, persoalan tersebut disebut telah berlangsung sejak 2023 dan hingga kini belum menemukan titik terang.

Koordinator Lapangan aksi, Diki Pratama, mengungkapkan bahwa aksi yang dilakukan saat ini merupakan aksi lanjutan setelah sebelumnya warga dan perusahaan sempat mencapai kesepakatan tertulis. Dalam pertemuan tersebut, perusahaan disebut berkomitmen menyelesaikan pembayaran dalam waktu satu minggu. Namun, janji tersebut dinilai hanya tinggal janji karena tidak pernah direalisasikan.

“Ini aksi jilid dua. Sebelumnya sudah ada kesepakatan di atas materai, tetapi sampai sekarang tidak ada realisasi. Warga terus menunggu tanpa kepastian,” tegas Diki di lokasi aksi.

Menurutnya, sikap perusahaan yang berlarut-larut menunda penyelesaian kompensasi telah memicu keresahan dan kemarahan masyarakat. Karena itu, warga memilih bertahan di lokasi sebagai bentuk tekanan agar hak-hak mereka segera dipenuhi.

Ia menegaskan, blokade akan terus dilakukan hingga perusahaan memberikan kepastian pembayaran. Jika tuntutan warga kembali diabaikan, persoalan tersebut akan dibawa ke Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara hingga Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

“Warga sudah terlalu lama menunggu. Kami ingin ada tindakan nyata, bukan sekadar janji yang terus diulang,” katanya.

Di sisi lain, pihak perusahaan melalui Wakil Kepala Produksi, Sunaryo, mengaku belum mengetahui secara detail duduk perkara sengketa tersebut karena baru bergabung dalam operasional perusahaan. Meski demikian, ia menyatakan akan menyampaikan tuntutan warga kepada manajemen perusahaan untuk ditindaklanjuti.

Pernyataan tersebut belum mampu meredam kekecewaan warga yang menilai persoalan kompensasi seharusnya menjadi perhatian serius perusahaan sejak awal dan tidak dibiarkan berlarut-larut selama bertahun-tahun.

Hingga kini, ratusan warga masih bertahan di area jeti PT AHB. Tenda-tenda aksi tetap berdiri dan akses aktivitas di lokasi terus mendapat pengawalan warga yang menuntut penyelesaian konkret atas hak mereka yang belum dipenuhi.

Laporan : Haris 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini