Natuna Dapat Program Beasiswa Bahasa Inggris dari Konsulat AS, Sasar 50 Pemuda Berpotensi

0
26
Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Natuna, Erson Gempa Afriandi

Natuna – Pemerintah Kabupaten Natuna kembali memperoleh peluang peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui program beasiswa pelatihan bahasa Inggris yang didukung oleh Konsulat Amerika Serikat (AS).

Program ini akan memberikan kesempatan kepada 50 pemuda asal Natuna untuk mengikuti pelatihan bahasa Inggris selama satu tahun penuh. Seluruh pembiayaan kegiatan, mulai dari uang saku, transportasi hingga kebutuhan buku, akan ditanggung sepenuhnya oleh pihak Konsulat AS.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Perpusip) Kabupaten Natuna, Erson Gempa Afriandi, menyampaikan bahwa pelatihan akan dipusatkan di perpustakaan daerah sebagai bagian dari upaya mengoptimalkan fungsi fasilitas publik sebagai pusat pembelajaran.

“Program ini merupakan bentuk perhatian dari Konsulat AS kepada Natuna. Sebelumnya mereka melaksanakan workshop untuk guru bahasa Inggris di sini dan merasa terkesan dengan pelayanan yang kami berikan,” ujar Erson di ruang kerjanya, Rabu (15/04/2026).

Ia menjelaskan, sebelum pelatihan bagi peserta dimulai, akan dilakukan terlebih dahulu proses rekrutmen dan pelatihan bagi tenaga pengajar.

Sebanyak empat orang putra-putri daerah Natuna akan dipilih untuk menjadi instruktur, yang selanjutnya akan mendapatkan pelatihan khusus di Jakarta.

“Empat tenaga pengajar ini nantinya akan dilatih lebih dulu, baru kemudian mereka yang akan membimbing para peserta selama program berlangsung,” jelasnya.

Proses rekrutmen untuk tenaga pengajar direncanakan dimulai pada September 2026, bersamaan dengan seleksi peserta program. Adapun pelaksanaan pelatihan bagi peserta dijadwalkan mulai sekitar Maret 2027.

Program ini menyasar pemuda berusia antara 19 hingga 27 tahun, khususnya mereka yang memiliki potensi sebagai wirausahawan (entrepreneur).

Selain peningkatan kemampuan bahasa Inggris, peserta juga akan dibekali pelatihan pengembangan bisnis serta jejaring.

Meski terbuka bagi umum, program ini tidak ditujukan bagi pemula.

Peserta diharapkan telah memiliki dasar kemampuan bahasa Inggris, minimal pasif, agar dapat mengikuti pelatihan secara optimal.

“Yang dicari bukan yang benar-benar baru belajar, tetapi yang sudah memiliki dasar. Nantinya akan dikembangkan lebih lanjut, termasuk kemampuan untuk membangun usaha dan jaringan,” tambahnya.

Dalam pelaksanaannya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Natuna akan berperan dalam proses penjaringan peserta, sementara Dinas Perpusip akan menyediakan sarana dan prasarana pendukung kegiatan.

Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Natuna berharap dapat mencetak generasi muda yang tidak hanya mahir berbahasa Inggris, tetapi juga memiliki daya saing dan kemampuan berwirausaha di tingkat global. (Bk/Dika)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini