Perkuat Wawasan Sejarah dan Peradaban Islam, Rektor IAI Natuna Bersama Rektor KUIJSI Malaysia Kunjungi Galeri Aura Islam

0
16

Malaysia — Selasa, 13 Oktober 2026. Rektor Institut Agama Islam Natuna (IAI Natuna), Dr. H. Umar Natuna, S.Pd.I., M.Pd.I., bersama rombongan dosen dan mahasiswa, melaksanakan kunjungan sejarah dan edukasi ke Galeri Aura Islam di Iskandar Puteri, Johor, Malaysia. Kunjungan tersebut turut dihadiri Rektor Kolej Universiti Islam Johor Sultan Ibrahim (KUIJSI) beserta rombongan.

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperluas wawasan akademik, mengenal warisan peradaban Islam, serta mempererat hubungan silaturahmi dan kerja sama pendidikan tinggi Islam antara Indonesia dan Malaysia.

Kedatangan rombongan disambut langsung oleh pemilik sekaligus pengasas Galeri Aura Islam, Datuk Is. Anuar bin Hassan, yang lebih dikenal sebagai Datuk Anuar Hassan. Sambutan tersebut menjadi awal dari rangkaian kunjungan yang memberikan pengalaman pembelajaran sejarah secara langsung kepada para peserta, khususnya dalam mengenal peninggalan dan khazanah peradaban Islam dari berbagai zaman.

Sebelum memasuki ruang pameran, peserta mendapatkan pengantar awal dari pemandu galeri mengenai latar belakang pendirian, tujuan, serta koleksi yang tersimpan di Galeri Aura Islam. Selanjutnya, rombongan dipandu menyusuri ruang-ruang pameran dengan penjelasan langsung dari petugas galeri mengenai sejarah, fungsi, dan nilai penting berbagai artifak yang dipamerkan.

Penjelasan tersebut memberikan kesempatan kepada dosen dan mahasiswa untuk memahami warisan Islam secara lebih dekat melalui benda-benda bersejarah yang memiliki nilai keagamaan, kebudayaan, keilmuan, dan peradaban.

Galeri Aura Islam dikenal sebagai tempat yang menghimpun lebih daripada 300 artifak asli warisan Islam. Koleksinya mencakup berbagai periode sejarah, mulai dari benda-benda yang dikaitkan dengan zaman Nabi Muhammad SAW dan para sahabat, peninggalan Empayar Uthmaniyyah, khazanah tamadun Melayu, hingga instrumen ilmu pengetahuan dan astronomi.

Di antara koleksi yang diperkenalkan ialah serban yang dikaitkan dengan zaman Nabi Muhammad SAW, pedang yang dikaitkan dengan Saidina Mu’adh bin Jabal, baju perang tentera Uthmaniyyah, al-Quran era Uthmaniyyah, meriam tradisional Melayu seperti Lela dan Rentaka, instrumen astronomi berupa al-mizwala dan astrolab, serta koleksi kiswah Kaabah.

Bagi rombongan IAI Natuna, kunjungan ini bukan sekadar perjalanan mengenal tempat bersejarah, melainkan bagian dari pembelajaran yang menghubungkan pengetahuan akademik dengan bukti-bukti material perjalanan panjang peradaban Islam.

Melalui penjelasan pemandu dan petugas galeri, mahasiswa diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang perkembangan sejarah Islam, kemajuan ilmu pengetahuan, seni, kebudayaan, serta peran umat Islam dalam membangun peradaban dunia.

Kehadiran Rektor KUIJSI beserta rombongan dalam kegiatan tersebut turut memberikan makna tersendiri bagi hubungan antarlembaga pendidikan tinggi Islam.

Pertemuan dalam suasana akademik dan kebudayaan ini mencerminkan pentingnya membangun hubungan yang erat antara institusi pendidikan di Indonesia dan Malaysia, khususnya dalam pengembangan wawasan mahasiswa, pertukaran pengetahuan, serta penguatan kolaborasi pendidikan tinggi yang berorientasi pada nilai-nilai Islam dan kemajuan bersama.

Sebagai perguruan tinggi Islam yang berada di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, IAI Natuna terus mendorong mahasiswa agar memiliki wawasan luas, berkarakter, serta memahami keterkaitan antara sejarah Islam dan kebudayaan Melayu.

Natuna sebagai wilayah kepulauan yang berada di kawasan perbatasan memiliki hubungan historis dan kultural dengan dunia Melayu. Oleh sebab itu, pemahaman terhadap sejarah Islam dan warisan tamadun Melayu menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam menjaga identitas, menghargai keberagaman budaya, dan membangun masa depan masyarakat yang berilmu serta berakhlak.

Rangkaian kunjungan diakhiri dengan sesi foto bersama seluruh rombongan sebagai dokumentasi dan kenang-kenangan kegiatan. Pada kesempatan tersebut, rombongan kunjungan Institut Agama Islam Natuna juga menyerahkan piagam penghargaan kepada pihak Galeri Aura Islam sebagai bentuk apresiasi atas sambutan, penerimaan, dan kesempatan pembelajaran sejarah yang diberikan kepada civitas akademika IAI Natuna.

Kunjungan ini diharapkan menjadi pengalaman akademik yang berkesan bagi para dosen dan mahasiswa sekaligus memperkuat komitmen IAI Natuna dalam mengembangkan pembelajaran yang terbuka, kontekstual, dan berorientasi pada penguatan nilai-nilai keislaman serta kemelayuan.

Melalui kegiatan semacam ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya mengenal sejarah sebagai bagian dari masa lalu, tetapi juga mampu mengambil pelajaran darinya untuk membangun kehidupan masa depan yang lebih baik.

Institut Agama Islam Natuna terus berkomitmen memperluas cakrawala keilmuan, memperkuat jejaring kerja sama internasional, dan melahirkan generasi Muslim yang berilmu, berakhlak, serta menghargai warisan sejarah dan peradaban Islam.

Editor : Papi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini