Pesan Tegas Bupati Cen Sui Lan kepada Guru dan Pengasuh Sekolah Rakyat

0
18
FOTO : Bupati Natuna Cen Sui Lan saat berdiskusi dengan jajaran sekolah dan pengasuh Sekolah Rakyat di ruang rapat Kantor Bupati Natuna, Senin (28/9/2026).

Bursakota.co.id, Natuna — Bupati Natuna Cen Sui Lan meminta para guru, kepala asrama, dan guru pengasuh Sekolah Rakyat (SR) untuk bersikap tegas dalam mendidik serta mendampingi anak-anak yang dipercayakan kepada mereka.

Pesan tersebut disampaikan Cen saat berdiskusi dengan jajaran sekolah dan pengasuh Sekolah Rakyat di ruang rapat Kantor Bupati Natuna, Senin (28/9/2026).

Menurut Cen, ketegasan dibutuhkan agar anak-anak yang tinggal dan belajar jauh dari orang tua memiliki aturan, arah, sekaligus rasa aman selama berada di lingkungan sekolah dan asrama.

“Saya meminta bapak ibu jangan lemah, harus tegas. Kalau kita lemah, nanti anak-anak ini tidak tentu arah,” tegas Cen.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah adanya persoalan peserta didik yang mengundurkan diri dari program pendidikan berasrama, termasuk persoalan bullying yang menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Natuna.

Cen mengatakan persoalan tersebut tidak cukup diselesaikan dengan membiarkan anak pulang ketika merasa tidak betah. Menurutnya, pihak sekolah dan pengasuh perlu mencari solusi agar anak dapat beradaptasi dengan kehidupan di asrama.

“Terkait anak baru yang mundur, kita harus cari solusi bagaimana anak-anak itu bisa betah. Hari ini kita di sini diskusi bagaimana caranya agar anak-anak bisa tinggal dan belajar dengan nyaman,” ujarnya.

Guru dan Pengasuh Diminta Memahami Tanggung Jawab

Cen juga menitipkan pesan kepada para guru dan pengasuh agar melihat tugas mendampingi anak-anak bukan sekadar pekerjaan.

Ia menilai terdapat tanggung jawab moral dalam mengasuh anak-anak yang tinggal jauh dari keluarga.

“Bapak ibu cari pahala di sini saja. Bapak ibu dapat mengasuh anak-anak ini,” kata Cen.

Menurutnya, anak-anak yang tinggal di asrama bukan hanya peserta didik yang harus mengikuti aturan sekolah. Mereka juga sedang belajar hidup mandiri dan membutuhkan figur dewasa yang mampu memberikan batasan sekaligus rasa aman.

Karena itu, Cen menekankan bahwa ketegasan dalam mendidik tidak boleh dimaknai sebagai kekerasan. Ketegasan diperlukan agar anak memahami aturan dan memiliki arah dalam menjalani kehidupan di asrama.

Persoalan bullying juga menjadi perhatian khusus. Cen menegaskan bahwa tindakan perundungan tidak boleh dibiarkan di lingkungan Sekolah Rakyat.

Orang Tua Diminta Percayakan Pendidikan kepada Sekolah

Cen juga meminta orang tua memberikan kepercayaan kepada sekolah dan pengasuh selama anak mengikuti program pendidikan berasrama.

“Orang tuanya nanti harus disampaikan, tidak boleh intervensi. Orang tua sudah menitipkan anaknya di SR. Jadi orang tua nggak boleh intervensi,” tegasnya.

Ia menyinggung kebiasaan sebagian orang tua membawa anak pulang setiap akhir pekan. Menurutnya, pola tersebut perlu dievaluasi karena dapat memengaruhi proses adaptasi anak terhadap kehidupan di asrama.

Pemerintah daerah juga meminta sekolah mempertimbangkan pembuatan surat pernyataan sejak awal peserta didik masuk. Kesepakatan tersebut dapat memuat pola pengasuhan serta informasi penting mengenai kondisi kesehatan anak.

Langkah tersebut diharapkan dapat menciptakan pemahaman yang sama antara sekolah, pengasuh, dan orang tua sejak awal.

Namun, persoalan adaptasi anak di asrama tidak selalu sederhana.

Mentari, salah seorang wali asuh tingkat SD, mengungkapkan sebagian anak yang memilih mundur lebih banyak dipengaruhi rasa rindu kepada orang tua.

“Anak-anak SD itu rindu sama orang tuanya. Kami sudah berusaha membujuknya, tapi memang tidak mau,” ujarnya.

Para wali asuh juga mengaku harus siap mendampingi anak selama 24 jam.

Kenyamanan Asrama Ikut Disorot

Dalam pertemuan tersebut, persoalan fasilitas asrama turut terungkap. Mentari menyebut pendingin ruangan atau AC tidak berfungsi sehingga sebagian anak terkadang memilih tidur di lantai.

“Kami stand by 24 jam. AC juga nggak nyala. Sehingga anak-anak kadang tidur di lantai. Padahal sudah kita sampaikan kalau tidur di lantai pakai alas,” katanya.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa upaya membuat anak betah di asrama tidak hanya berkaitan dengan kedisiplinan dan ketegasan pengasuh.

Kenyamanan fisik, ketersediaan fasilitas, pola komunikasi dengan orang tua, serta lingkungan yang aman dari bullying juga menjadi bagian penting dalam membangun sistem pendidikan berasrama.

Cen memastikan persoalan makanan tidak menjadi kendala dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat.

Sementara untuk kebutuhan air bersih, pemerintah daerah menyebut kondisi tersebut akan diperbaiki dan ditargetkan dapat ditangani pada tahun depan.

Jika terjadi kekurangan air bersih dalam kondisi tertentu, Cen meminta pihak pengelola berkoordinasi dengan Polres Natuna untuk mendapatkan bantuan.

Pembahasan bersama Pemerintah Kabupaten Natuna tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan pendidikan berasrama membutuhkan perhatian tidak hanya pada aspek pembelajaran, tetapi juga pengasuhan, fasilitas, kesehatan, keamanan, serta hubungan antara sekolah dan keluarga.

Editor : Papi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini