PLN Natuna Dapat Pasokan Daya 2 Mega Watt

0
119
Mesin tambahan PLN Natuna yang akan dikirim dari Tembilahan Riau (Foto Istimewa)

Bursakota.co.id, Natuna – Dua unit mesin Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) direncanakan akan segera tiba di Natuna.

Hal ini disampaikan langsung oleh Bupati Natuna, Wan Siswandi dalam pesan singkat grup WhatsApp, Rabu (13/4/2/2022) malam.

Ia menuturkan, Pemerintah Daerah Kabupaten Natuna terus berupaya memenuhi infrastruktur dasar seperti halnya pasokan listrik.

Sebab, saat ini pasokan listrik di Pulau Bunguran yang merupakan ibu kota Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau (Kepri) masih belum memadai.

Menurutnya, program pemerintah tidak bisa berjalan tanpa didukung oleh infrastruktur yang paling mendasar seperti listrik dan air.

Wan Siswandi mengatakan, mesin PLTD tersebut berkapasitas masing-masing 1 Mega Watt (MW).

“Jadi, tambahan daya listrik kali ini ada 2 Mega Watt, kedua mesin tersebut sedang berada di Tembilahan, Riau. InsyaAllah malam ini berangkat menuju Natuna dengan estimasi 5 hari perjalanan melalui jalur laut,” kata Wan Siswandi.

Selain itu, Wan Siswandi melanjutkan bahwa Pemkab Natuna terus berupaya manambah daya listrik di perbatasan NKRI itu.

“Kita tetap upayakan agar pasokan listrik di Natuna dapat ditambah lagi, kemarin kita sudah mengajukan ke Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Alhamdulillah Menteri Luhut akan memberikan 10 Megawatt Pembangkit listrik berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT),” jelasnya.

Pemenuhan pasokan listrik di Natuna menjadi hal yang krusial, sebab kurangnya daya listrik di Natuna akan menghambat perkembangan pembangunan, terutama untuk investasi dan pertahanan.

“Jadi ada investor yang butuh daya sebesar 1 Mega Watt, kemudian untuk alat-alat pertahanan canggih alutsista kita, daya listrik yang sekarang tentu tidak cukup,” ungkapnya.

Sementara, Manager PLN ULP Ranai Boni Sofianto juga membenarkan bahwa ada dua mesin PLTD yang baru dikirim dari Tembilahan, Provinsi Riau.

“Betul bang, saat ini ada dua unit mesin PLTD berkapasitas 2 MW yang sedang dikirim kesini. Time line nya akhir April sudah bisa dioperasikan, mudah-mudahan tidak ada kendala dalam pengerjaannya,” kata Boni.

Ia menjelaskan, bahwa saat ini listrik di Natuna masih dalam kondisi siaga, yakni memiliki potensi padam karena cadangan operasi lebih kecil dari satu unit terbesar.

“Dengan tambahan 2 MW ini, kondisi kelistrikan di Natuna menjadi status Aman atau Surplus,” tutupnya.

Dikatakan Boni, saat ini mesin dalam pengiriaman ke Natuna dari Tembilahan Riau.

“Estimasi kita peroleh dari pihak kapal sekitar 5 hari sampai ke Natuna,”ujar Boni. (don)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here