Reses di Air Lengit, DPRD Natuna Dorong Ketahanan Pangan dan Perkuat Dukungan Alsintan Petani

0
43
Wakil Ketua I DPRD Natuna, Daeng Ganda Rahmatullah, bersama masyarakat dan petani Desa Air Lengit berfoto bersama di area persawahan usai kegiatan reses, sebagai bagian dari upaya menyerap aspirasi dan mendorong penguatan ketahanan pangan di Kecamatan Bunguran Tengah

NATUNA – Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Natuna, Daeng Ganda Rahmatullah, mendorong percepatan pengembangan sektor pertanian sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan di daerah perbatasan negara.

Dorongan tersebut disampaikan Daeng Ganda saat melaksanakan kegiatan reses bersama masyarakat di area persawahan Desa Air Lengit, Kecamatan Bunguran Tengah, Natuna, Jumat (7/8/2026).

Dalam reses tersebut, aspirasi masyarakat, khususnya para petani sawah dan petani darat, menjadi salah satu perhatian utama.

Menurut Ganda, reses merupakan wadah bagi DPRD untuk menyerap langsung kebutuhan masyarakat yang selanjutnya dapat diperjuangkan melalui pemerintah daerah, provinsi hingga pemerintah pusat.

“Ketahanan pangan di daerah perbatasan negara merupakan prioritas pembangunan oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto. Dalam hal ini, DPRD sebagai wadah aspirasi masyarakat melaksanakan kegiatan reses sehingga apa yang disampaikan masyarakat bisa disampaikan kepada pemerintah daerah, provinsi dan pusat,” ujar Ganda.

Ia menilai kolaborasi antara pemerintah, DPRD dan masyarakat petani perlu diperkuat agar pengembangan pertanian di Natuna tidak berjalan sendiri-sendiri. Langkah tersebut dinilai penting untuk mewujudkan swasembada pangan sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian daerah.

Ganda yang juga menjabat sebagai Ketua Pemuda Tani Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dan Sekretaris HKTI Kabupaten Natuna memberikan apresiasi kepada para petani di Desa Air Lengit yang terus mengembangkan lahan pertanian.

Ia mengatakan, salah satu kebutuhan yang perlu segera diperkuat adalah ketersediaan sumber daya manusia penyuluh pertanian. Untuk itu, Ganda mengaku telah menyampaikan aspirasi tersebut kepada Sekretaris Jenderal Pemuda Tani Indonesia yang juga merupakan staf khusus di Kementerian Pertanian, agar jumlah tenaga penyuluh pertanian di Kabupaten Natuna dapat ditambah.

“Sebagai Ketua Pemuda Tani Provinsi Kepri dan Sekretaris HKTI Kabupaten Natuna, saya memberikan apresiasi kepada para petani sawah dan petani darat di Desa Air Lengit. Saya juga langsung menyampaikan kepada Sekjen Pemuda Tani yang juga staf khusus Kementerian Pertanian agar menambah jumlah SDM penyuluh pertanian di Kabupaten Natuna,” katanya.

Wakil Ketua I DPRD Natuna, Daeng Ganda Rahmatullah (paling kiri), bersama jajaran pengurus HKTI dalam kegiatan yang membahas penguatan sektor pertanian dan ketahanan pangan, sebagai bagian dari upaya mendorong swasembada pangan di wilayah perbatasan.

Selain penguatan tenaga penyuluh, Ganda menyebut kebutuhan alat dan mesin pertanian (alsintan) juga menjadi perhatian. DPRD Natuna, kata dia, akan mendorong pengusulan alokasi anggaran pada APBD mendatang untuk menambah bantuan alsintan bagi gabungan kelompok tani (gapoktan) maupun kelompok tani (poktan).

Penambahan alsintan diharapkan dapat mempercepat proses pembukaan dan pencetakan sawah hingga masa panen, sehingga potensi lahan pertanian yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal.

“Ke depan akan kita usulkan alokasi anggaran melalui APBD untuk menambah alat dan mesin pertanian kepada gapoktan maupun poktan, guna mempercepat pencetakan dan panen sawah di Kabupaten Natuna,” ujarnya.

Ganda juga mengungkapkan, pengembangan pertanian di Kecamatan Bunguran Tengah memiliki potensi yang cukup besar. Dari sekitar 100 hektare area yang direncanakan untuk persawahan, saat ini baru sekitar 9,5 hektare yang telah terlaksana.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan masih terbukanya ruang yang besar untuk memperluas areal persawahan sekaligus meningkatkan produksi pangan lokal.

Tak hanya melalui jalur pemerintah daerah, aspirasi yang dihimpun dalam reses tersebut juga akan dibawa melalui organisasi pertanian. Ganda menyebut usulan tersebut akan dituangkan dalam proposal pertanian terpadu untuk disampaikan kepada Ketua Umum HKTI, Sudaryono, yang saat ini juga menjabat sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).

“Usulan reses ini juga akan kita sampaikan dalam bentuk proposal pertanian terpadu kepada Ketua Umum HKTI, Bapak Sudaryono, yang saat ini juga menjabat Kepala BGN,” katanya.

Dalam upaya memperkuat sektor pertanian di Natuna, Ganda juga menyinggung peran Wakil Bupati Natuna, Jarmin Sidik, yang juga menjabat sebagai Ketua HKTI Kabupaten Natuna.

Menurutnya, sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, organisasi petani, penyuluh serta kelompok tani menjadi modal penting untuk mendorong pengembangan pertanian secara berkelanjutan.

Ia berharap aspirasi yang disampaikan petani melalui kegiatan reses tidak berhenti pada tahap penyampaian, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui program dan dukungan anggaran yang konkret.

Sementara itu, Kepala Desa Air Lengit, Kuswanto menyampaikan sejumlah kebutuhan yang menjadi aspirasi masyarakat dalam pengembangan sektor pertanian di wilayahnya. Aspirasi tersebut disampaikan saat kegiatan reses berlangsung di kawasan Tanggul Irigasi Sadap X.

Menurutnya, dukungan terhadap petani tidak hanya dibutuhkan dalam bentuk perluasan lahan, tetapi juga ketersediaan sarana dan prasarana pertanian yang dapat menunjang proses pengolahan hingga panen.

Sejumlah usulan yang disampaikan meliputi pengadaan hand tractor perahu untuk mendukung aktivitas pertanian di lahan sawah, hand tractor untuk membajak sawah, jonder, serta rotary.

Selain persoalan sarana produksi, pemerintah desa juga menyampaikan bahwa pemasaran hasil pertanian masih menjadi salah satu kendala yang dihadapi petani. Karena itu, dukungan terhadap sektor pertanian dinilai perlu dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pengolahan lahan, produksi hingga pemasaran hasil panen.

Aspirasi tersebut selanjutnya menjadi bagian dari bahan yang akan diperjuangkan melalui DPRD Kabupaten Natuna dalam rangka mendorong penguatan sektor pertanian di Desa Air Lengit dan Kecamatan Bunguran Tengah.

Dengan penguatan SDM penyuluh, dukungan alsintan, perluasan lahan serta kolaborasi lintas pemerintahan, pengembangan pertanian di Natuna diharapkan mampu mendukung terwujudnya swasembada pangan sekaligus memperkuat ketahanan pangan di wilayah perbatasan Indonesia. (BK/Dika)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini