Siaga Hadapi Bencana, Pemkab Buton Tengah Kukuhkan KSB dan Uji SOP Penanganan Darurat

0
7
Keterangan foto: wakil Bupati Buton Tengah saat hadiri pengukuhan KSB dan simulasi SOP di kecamatan Mawasangka

Buton Tengah – Pemerintah Kabupaten Buton Tengah terus meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana melalui penguatan Kampung Siaga Bencana (KSB).

Komitmen tersebut diwujudkan lewat pelaksanaan Apel Pengukuhan anggota KSB yang dirangkaikan dengan Simulasi Uji Standar Operasional Prosedur (SOP) di Kecamatan Mawasangka, Kamis (30/7/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Buton Tengah, Muh. Adam Basan, S.Sos, didampingi Kepala Dinas Sosial Buton Tengah, Dra. Nurlia Husuni, M.Si, serta dihadiri perwakilan Kementerian Sosial Republik Indonesia, unsur Forkopimda, pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan kelurahan, serta berbagai instansi terkait.

Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati menegaskan bahwa pembentukan dan penguatan Kampung Siaga Bencana merupakan langkah penting untuk membangun ketangguhan masyarakat dalam menghadapi berbagai ancaman bencana. Menurutnya, kesiapsiagaan harus menjadi budaya yang terus ditanamkan melalui kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.

Pengukuhan anggota KSB menjadi penanda dimulainya peran aktif masyarakat sebagai garda terdepan dalam upaya mitigasi, kesiapsiagaan, penanganan awal, hingga mendukung proses pemulihan pascabencana. Keberadaan KSB diharapkan mampu mempercepat respons terhadap kondisi darurat sehingga dampak yang ditimbulkan dapat diminimalkan.

Kepala Dinas Sosial Buton Tengah, Dra. Nurlia Husuni, M.Si, mengatakan bahwa program Kampung Siaga Bencana merupakan bagian dari upaya pemerintah bersama Kementerian Sosial untuk memperkuat kapasitas masyarakat di tingkat desa.

Melalui pelatihan dan pendampingan yang berkelanjutan, anggota KSB diharapkan memiliki kemampuan dalam melakukan koordinasi, evakuasi, hingga penanganan awal saat terjadi bencana.

Setelah apel pengukuhan, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi uji SOP yang menggambarkan penanganan kondisi darurat. Simulasi tersebut bertujuan mengukur kesiapan personel sekaligus memastikan setiap anggota memahami tugas, fungsi, dan mekanisme koordinasi sesuai prosedur yang telah ditetapkan.

Dalam simulasi itu, seluruh tahapan penanganan bencana diperagakan, mulai dari penyampaian informasi awal, koordinasi lintas sektor, proses evakuasi korban, hingga penanganan di lokasi aman. Kegiatan berlangsung dengan melibatkan berbagai unsur, seperti BPBD, TNI-Polri, tenaga kesehatan, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, relawan, dan masyarakat setempat.

Pemerintah Kabupaten Buton Tengah berharap keberadaan Kampung Siaga Bencana di Kecamatan Mawasangka dapat menjadi model kesiapsiagaan berbasis masyarakat yang mampu memberikan respons cepat dan terkoordinasi terhadap setiap potensi bencana.

Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat keamanan, tenaga kesehatan, dan masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang efektif dan berkelanjutan.

Laporan : Haris

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini