Teater Legenda Pulau Subi Warnai Penutupan Raya Smansa ke-44

0
25
FOTO : Perayaan Raya Smansa dalam rangka Milad ke-44 SMA Negeri 1 Bunguran Timur, Ranai, Kabupaten Natuna, resmi ditutup pada Kamis (22/10/2026).

Natuna, Bursakota.co.id – Perayaan Raya Smansa dalam rangka Milad ke-44 SMA Negeri 1 Bunguran Timur, Ranai, Kabupaten Natuna, resmi ditutup pada Kamis (22/10/2026).

Kegiatan ini menjadi wadah bagi pelajar untuk mengembangkan kreativitas, membangun karakter, serta mengasah potensi melalui berbagai aktivitas positif di luar pembelajaran akademik.

Mengusung tema “Bergerak, Berkarya, Berprestasi”, penutupan kegiatan dilakukan Asisten III Bidang Administrasi Umum Pemerintah Kabupaten Natuna, Hikmatul Arif, S.E., yang hadir mewakili Wakil Bupati Natuna, Jarmin Sidik, karena berhalangan hadir akibat agenda kedinasan lainnya.

Dalam sambutan yang dibacakannya, Hikmatul Arif menegaskan bahwa Raya Smansa bukan sekadar kegiatan seremonial atau ajang pemberian penghargaan.

Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap kreativitas, kedisiplinan, semangat berprestasi, dan komitmen pelajar dalam mempersiapkan masa depan.

Menurutnya, masa muda merupakan kesempatan berharga untuk belajar, berkarya, membangun karakter, dan merencanakan masa depan secara bertanggung jawab.

“Jangan takut untuk bermimpi besar. Namun, mimpi yang besar harus disertai dengan kerja keras, disiplin, pendidikan karakter yang baik, serta kemampuan mengambil keputusan yang bertanggung jawab,” demikian pesan dalam sambutan tersebut.

Ia juga mengajak para pelajar menjauhi berbagai aktivitas yang dapat merusak masa depan dan memilih kegiatan positif, seperti pendidikan, olahraga, organisasi, serta pengembangan kreativitas.

Generasi Muda, Aset Penting Masa Depan Natuna

Pemerintah Kabupaten Natuna memandang generasi muda sebagai aset penting yang menentukan arah kemajuan daerah pada masa mendatang.

Sebagai wilayah perbatasan yang berada di beranda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia, Natuna membutuhkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, karakter kuat, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Karena itu, kegiatan pendidikan di luar kelas seperti Raya Smansa memiliki peran strategis. Selain menjadi sarana pengembangan bakat dan minat, kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar bekerja sama, menghargai perbedaan, membangun kedisiplinan, dan mengembangkan jiwa kepemimpinan.

Kepada siswa yang berhasil meraih penghargaan, pemerintah menyampaikan apresiasi dan berharap prestasi tersebut menjadi motivasi untuk terus berkembang.

Sementara bagi peserta yang belum memperoleh penghargaan, keberanian untuk berusaha dan proses belajar tetap menjadi bagian penting menuju keberhasilan.

Teater Legenda Pulau Subi Warnai Penutupan

Suasana penutupan Raya Smansa ke-44 semakin semarak dengan penampilan teater yang mengangkat legenda Pulau Subi.

Pementasan tersebut menjadi salah satu bentuk ekspresi kreativitas pelajar sekaligus sarana memperkenalkan cerita dan kekayaan budaya lokal kepada generasi muda.

Melalui seni teater, para siswa dapat mengembangkan imajinasi, melatih keberanian tampil di depan publik, membangun kerja sama, serta memahami nilai-nilai budaya yang menjadi bagian dari identitas daerah.

Kepala SMAN 1 Bunguran Timur, Ida Susanti, S.Pd., menyampaikan apresiasi kepada seluruh siswa yang telah berkontribusi dalam menyukseskan rangkaian kegiatan Raya Smansa.

Ia menilai keterlibatan siswa dalam berbagai peran, mulai dari pembawa acara hingga pengisi pertunjukan, merupakan bagian dari proses pembelajaran yang memberikan pengalaman langsung dalam mengembangkan kemampuan, tanggung jawab, dan kepercayaan diri.

Ia berharap, memasuki usia ke-44, SMAN 1 Bunguran Timur semakin maju dan terus melahirkan generasi yang mampu bergerak, berkarya, serta menorehkan prestasi sesuai tema perayaan tahun ini.

Raya Smansa Diharapkan Libatkan Lebih Banyak Pelajar

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau Kabupaten Natuna, Sutomo, turut menilai kegiatan seperti Raya Smansa memiliki peran penting dalam pembinaan karakter dan pengembangan potensi pelajar.

Ia berharap kegiatan positif di luar pembelajaran akademik dapat terus dilaksanakan untuk membangun generasi muda yang produktif dan berdaya saing.

Sutomo juga mendorong agar pelaksanaan Raya Smansa pada tahun mendatang dapat melibatkan lebih banyak peserta, termasuk pelajar tingkat SLTP sederajat maupun SLTA.

Menurutnya, perluasan partisipasi tersebut dapat membuka ruang interaksi antarpelajar, memperkuat kebersamaan, sekaligus memberikan kesempatan lebih luas bagi siswa untuk menunjukkan bakat dan kemampuan mereka.

Namun, pelaksanaan kegiatan perlu disesuaikan dengan perencanaan dan ketentuan penganggaran yang berlaku. Karena itu, koordinasi lebih awal antara pemerintah daerah dan pihak sekolah dinilai penting agar agenda yang melibatkan pelajar dapat dipersiapkan secara matang.

Perkuat Sinergi untuk Masa Depan Natuna

Penutupan Raya Smansa ke-44 menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, satuan pendidikan, guru, orang tua, dan masyarakat dalam mendukung perkembangan generasi muda.

Pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui pengalaman berorganisasi, berkompetisi secara sehat, berkesenian, dan terlibat dalam kegiatan sosial.

Pemerintah Kabupaten Natuna berharap semangat “Bergerak, Berkarya, Berprestasi” tidak berhenti sebagai tema perayaan milad, melainkan menjadi dorongan nyata bagi pelajar untuk terus mengembangkan potensi dan memberikan kontribusi terbaik bagi daerah.

Dengan dukungan yang berkelanjutan, generasi muda Natuna diharapkan mampu mengharumkan nama sekolah, keluarga, dan daerah hingga tingkat nasional maupun internasional.

Sebab, masa depan Natuna tidak hanya dibangun melalui pembangunan fisik, tetapi juga melalui investasi pada pendidikan, karakter, kreativitas, dan prestasi generasi mudanya.

Editor : Papi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini