Wabup Jarmin Letakkan Batu Pertama Pemugaran Masjid Tertua di Desa Tanjung

0
15
FOTO : Proses pembangunan diawali dengan peletakan batu pertama oleh Wakil Bupati Natuna, Jarmin, dalam acara tasyakuran yang digelar pada Selasa (28/7/2026).

Natuna – Masjid Jami’ Tanjung, masjid tertua di Desa Tanjung, Kecamatan Bunguran Timur Laut, Kabupaten Natuna, resmi memasuki tahap pemugaran.

Proses pembangunan diawali dengan peletakan batu pertama oleh Wakil Bupati Natuna, Jarmin, dalam acara tasyakuran yang digelar pada Selasa (28/7/2026).

Pemugaran tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Natuna dalam mendukung pembangunan dan revitalisasi rumah ibadah, sekaligus menjaga keberadaan bangunan yang memiliki nilai sejarah bagi masyarakat Desa Tanjung.

Kegiatan diawali dengan doa bersama dan dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Natuna, perwakilan Pengadilan Agama Kabupaten Natuna, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim), Camat Bunguran Timur Laut, Kepala Desa Tanjung, tokoh agama, tokoh adat, serta tokoh masyarakat.

Kepala Desa Tanjung, Mat Nawawi, mengungkapkan rasa syukur atas dimulainya pembangunan masjid yang telah lama dinantikan warga. Menurutnya, Masjid Jami’ Tanjung bukan hanya menjadi satu-satunya masjid di desa tersebut, tetapi juga merupakan masjid tertua yang memiliki nilai sejarah dan menjadi kebanggaan masyarakat.

“Kami berharap pembangunan masjid ini dapat dilanjutkan hingga selesai. Saat ini baru memasuki tahap pembangunan tiang, namun kami optimistis prosesnya akan terus berlanjut,” ujar Mat Nawawi.

Sementara itu, Wakil Bupati Natuna Jarmin mengatakan Pemerintah Kabupaten Natuna memberikan perhatian terhadap pembangunan dan revitalisasi rumah ibadah di berbagai wilayah. Ia menyebutkan, pada tahun ini terdapat sejumlah proyek pembangunan maupun rehabilitasi masjid yang menjadi prioritas pemerintah daerah.

Jarmin juga meminta pemerintah desa dan kecamatan untuk terus mengawal keberlanjutan pembangunan Masjid Jami’ Tanjung melalui mekanisme perencanaan pembangunan daerah.

“Pembangunan masjid ini harus terus diusulkan setiap tahun melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), baik di tingkat desa maupun kecamatan. Dengan demikian, penyelesaiannya dapat terus dianggarkan hingga tuntas,” katanya.

Usai sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan prosesi doa tepung tawar sebagai tradisi adat Melayu yang bertujuan memohon keselamatan, kelancaran, dan keberkahan selama proses pembangunan berlangsung.

Pada tahap awal, pembangunan Masjid Jami’ Tanjung didukung anggaran sebesar Rp360.328.200 dan dikerjakan oleh CV Mahakarya Citra Indonesia dengan target penyelesaian selama 60 hari kalender.

Melalui pembangunan tersebut, pemerintah daerah berharap Masjid Jami’ Tanjung dapat kembali berfungsi secara optimal sebagai pusat ibadah, pembinaan umat, serta tetap terjaga sebagai salah satu warisan sejarah dan budaya masyarakat Desa Tanjung untuk generasi mendatang.

Editor : Papi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini