30 Pelancong Malaysia Sambangi Daik Lingga, Camat Apresiasi Kak Orked

0
138
FOTO : Sebanyak 30 wisatawan dari negeri jiran tersebut berkunjung ke Daik Lingga, Sabtu (22/8/2026).

Lingga — Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Daik Lingga semakin terasa dengan kedatangan rombongan pelancong dari Malaysia.

Sebanyak 30 wisatawan dari negeri jiran tersebut berkunjung ke Daik Lingga, Sabtu (22/8/2026).

Rombongan dipimpin Liza Jum’at atau yang lebih dikenal dengan sapaan Kak Orked, yang selama ini aktif membawa wisatawan Malaysia berkunjung ke Kabupaten Lingga.

Kedatangan rombongan disambut Camat Lingga Shefi Hari Nugraha, S.STP., bersama Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kecamatan Lingga. Penyambutan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan.

Usai salat Zuhur, rombongan dijamu dengan tradisi makan berhidang di Balai Adat Lembaga Adat Melayu Kepulauan Riau Kabupaten Lingga. Dalam kesempatan tersebut, Camat Lingga juga menyerahkan piagam penghargaan kepada Liza Jum’at atau Kak Orked sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya membawa wisatawan Malaysia ke Daik Lingga.

Kak Orked tercatat telah membawa rombongan wisatawan ke Lingga sebanyak 27 kali, dengan jumlah pelancong yang telah mencapai ratusan orang.

Wisatawan Malaysia Dorong Perputaran Ekonomi

Camat Lingga menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas konsistensi Kak Orked memperkenalkan Daik Lingga kepada wisatawan Malaysia.

Menurutnya, setiap kunjungan wisatawan mancanegara memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Mulai dari penginapan, hotel, rumah makan, transportasi hingga aktivitas UMKM turut merasakan manfaat dari meningkatnya kunjungan wisatawan.

“Kami mengucapkan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya karena telah membawa banyak tamu dan pelancong datang ke Daik Lingga untuk mengenal sejarah serta melihat langsung Gunung Daik Bercabang Tiga yang selama ini tersohor dan dikenal luas melalui bait-bait pantun,” ujar Shefi.

Ia menilai kehadiran wisatawan dari Malaysia juga ikut menggerakkan perekonomian masyarakat, termasuk melalui produk-produk UMKM dan bazar yang digelar di Lapangan Hang Tuah Daik.

Beragam produk kerajinan dan makanan khas Lingga bahkan telah dibawa pulang oleh wisatawan Malaysia. Di antaranya anyaman tikar, tudung saji, kerupuk, belacan, ikan bilis dan berbagai produk olahan lainnya.

Menurut Shefi, kedatangan wisatawan mancanegara juga memberikan dampak langsung bagi pelaku usaha kecil.

Ia mendapat cerita dari salah seorang penjual kue bahwa dagangan mereka kerap habis terjual ketika rombongan wisatawan Malaysia datang berkunjung.

“Ketika saya berbelanja kue, penjual juga bercerita bahwa dengan kedatangan tamu dari mancanegara, kue-kue yang dijual selalu habis. Ini tentu menjadi geliat ekonomi yang sangat baik bagi masyarakat,” katanya.

Daik Punya Sejarah, Budaya dan Alam

Camat Lingga berharap kunjungan wisatawan Malaysia ke Daik dapat terus meningkat. Menurutnya, hubungan masyarakat Lingga dengan Malaysia memiliki kedekatan historis dan budaya yang kuat.

“Hubungan persaudaraan kita sangat kuat, baik dari bahasa, makanan maupun adat. Dahulu kita juga pernah berada dalam satu kerajaan yang sama,” ujarnya.

Ia menyebut Daik memiliki berbagai potensi yang dapat dikembangkan sebagai daya tarik wisata, mulai dari sejarah dan budaya hingga kekayaan alam.

Gunung Daik dengan puncaknya yang bercabang tiga menjadi salah satu ikon yang memiliki daya tarik tersendiri. Selain itu terdapat Gunung Sepincan atau Bukit Permata serta sejumlah air terjun yang dapat menjadi tujuan wisata petualangan.

“Daik ini lengkap. Ada sejarah, ada budaya, ada adat istiadat yang masih kental. Alam Lingga juga sangat mempesona seperti Gunung Daik, Gunung Sepincan atau Bukit Permata dan air terjun yang semuanya memiliki potensi untuk dikembangkan,” katanya.

Makan Berhidang Perkuat Silaturahmi

Lebih dari sekadar jamuan, tradisi makan berhidang yang disuguhkan kepada rombongan menjadi ruang untuk memperkenalkan adat dan budaya Melayu Lingga.

Shefi mengatakan tradisi tersebut memiliki nilai budaya yang kuat karena tidak hanya berbicara tentang makanan, tetapi juga mengandung nilai adat dan adab dalam kehidupan masyarakat Melayu.

“Semoga jalinan silaturahmi ini terus terjalin dan berkekalan. Melalui makan berhidang ini kita juga dapat mengenal tradisi budaya yang di dalamnya ada adat dan adab,” ujarnya.

Ia berharap hubungan baik antara masyarakat Lingga dan Malaysia dapat terus terpelihara sekaligus membuka peluang semakin banyak wisatawan Malaysia berkunjung ke Daik.

Kak Orked Terharu dengan Sambutan

Sementara itu, Liza Jum’at atau Kak Orked mengaku terharu dan terkesan dengan sambutan yang diberikan pemerintah dan masyarakat Lingga.

Kak Orked yang menjadi ketua rombongan mengaku tidak banyak dapat menyampaikan kata-kata karena merasa terharu dengan sambutan hangat yang diterima bersama rombongan.

Ia menyatakan komitmennya untuk terus membawa wisatawan Malaysia berkunjung ke Daik Lingga.

Kak Orked juga meminta doa agar diberikan kesehatan dan kekuatan sehingga dapat terus berkunjung ke Daik sekaligus memperkenalkan daerah tersebut kepada lebih banyak wisatawan dari Malaysia.

Kunjungan 30 pelancong Malaysia ini menjadi gambaran bahwa kedekatan sejarah, budaya dan hubungan kekeluargaan antara Lingga dan Malaysia dapat menjadi modal penting dalam mengembangkan sektor pariwisata sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.

Bagi Daik Lingga, setiap wisatawan yang datang bukan hanya membawa cerita tentang keindahan daerah, tetapi juga membawa peluang baru bagi masyarakat untuk tumbuh melalui pariwisata, UMKM dan ekonomi kreatif.

Editor : Papi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini