522 Rider Taklukkan Lintasan TAKAT III, Hari Bhayangkara ke-80 Jadi Momentum Persaudaraan dan Kepedulian

0
9
FOTO : Sebanyak 522 rider dari berbagai daerah di Aceh hingga Sumatera Utara berkumpul untuk mengikuti Trail Adventure Kapolres Aceh Timur (TAKAT) III dalam rangka memeriahkan Hari Bhayangkara ke-80.

Aceh Timur – Deru mesin ratusan motor trail memecah keheningan pagi di halaman Mapolres Aceh Timur, Sabtu (27/6/2026).

Sebanyak 522 rider dari berbagai daerah di Aceh hingga Sumatera Utara berkumpul untuk mengikuti Trail Adventure Kapolres Aceh Timur (TAKAT) III dalam rangka memeriahkan Hari Bhayangkara ke-80.

Bukan sekadar menguji adrenalin di lintasan sepanjang 41 kilometer, kegiatan ini juga menjadi ruang mempererat persaudaraan, memperkuat sinergi, sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial antara Polri dan masyarakat.

Rute yang dimulai dari Mapolres Aceh Timur hingga Lapangan Upacara Pusat Pemerintahan Kabupaten Aceh Timur tersebut melewati tiga titik pemeriksaan (check point) dengan berbagai tantangan alam yang memacu semangat para peserta.

Selain menjadi ajang silaturahmi komunitas trail, TAKAT III juga dirangkai dengan penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat serta pengundian berbagai hadiah menarik bagi peserta.

Kegiatan dihadiri Kapolres Aceh Timur AKBP Irwan Kurniadi, S.I.K., Wakil Bupati Aceh Timur T. Zainal Abidin, Wakapolres Kompol Abdul Muin, S.H., M.M., para pejabat utama Polres Aceh Timur, serta para kapolsek jajaran.

Kapolres Aceh Timur mengatakan, TAKAT III dirancang sebagai wadah yang menghadirkan kedekatan antara Polri dan masyarakat dalam suasana yang hangat dan penuh kebersamaan.

“Melalui Trail Adventure ini, kami ingin menghadirkan kebersamaan yang semakin mempererat hubungan antara Polri dengan masyarakat. Di atas lintasan yang penuh tantangan, kita belajar tentang kerja sama, kedisiplinan, keberanian, dan saling menghormati. Nilai-nilai itulah yang menjadi fondasi dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan seluruh peserta agar selalu mengutamakan keselamatan selama mengikuti kegiatan.

“Menjadi juara tentu membanggakan, tetapi kembali ke garis finis dengan selamat adalah kemenangan yang sesungguhnya. Karena itu, saya mengajak seluruh peserta menikmati lintasan dengan penuh semangat, namun tetap mematuhi aturan dan arahan panitia,” kata AKBP Irwan.

Menurutnya, TAKAT III bukan hanya menghadirkan olahraga otomotif, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antara komunitas, pemerintah, dan masyarakat.

“Semangat kompetisi di lintasan berpadu dengan nilai pengabdian yang menjadi ruh Hari Bhayangkara ke-80, yakni hadir, mengayomi, dan tumbuh bersama masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Aceh Timur T. Zainal Abidin mengapresiasi penyelenggaraan TAKAT III yang dinilai mampu memberikan dampak positif, baik dari sisi sosial maupun ekonomi daerah.

Menurutnya, kehadiran ratusan peserta dari berbagai kabupaten di Aceh dan Sumatera Utara menunjukkan bahwa sebuah kegiatan olahraga mampu menggerakkan sektor ekonomi masyarakat sekaligus mempererat hubungan antardaerah.

Ia juga mengajak seluruh peserta menjunjung tinggi sportivitas, menjaga keselamatan, serta ikut menjaga kelestarian lingkungan di sepanjang lintasan.

Usai melepas peserta, Kapolres bersama jajaran turut menyerahkan bantuan sosial kepada 55 warga dari lima gampong di Kecamatan Ranto Peureulak, Peureulak Barat, dan Idi Tunong. Bantuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Hari Bhayangkara ke-80 sebagai bentuk kepedulian Polri kepada masyarakat.

Kemeriahan berlanjut saat pengundian hadiah di garis finis. Hadiah utama berupa satu paket umrah berhasil diraih Tim Sahabat Sejalur asal Medan, Sumatera Utara. Sementara hadiah satu unit sepeda motor Honda CRF dimenangkan Tim DT MX dari Binjai, Sumatera Utara.

Adapun penghargaan untuk tim dengan jumlah peserta terbanyak diberikan kepada Tim IM Trax Indra Makmu yang sukses mengerahkan 85 rider dan berhak membawa pulang hadiah seekor kambing.

Melalui TAKAT III, Polres Aceh Timur ingin menunjukkan bahwa peringatan Hari Bhayangkara tidak hanya identik dengan seremoni, tetapi juga menjadi momentum membangun solidaritas, menggerakkan kepedulian sosial, serta memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat dalam mewujudkan daerah yang aman, harmonis, dan sejahtera.(Hsb)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini