Bursakota.co.id, Baubau – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) mendesak Wali Kota Baubau untuk segera mengajarkan kembali Bahasa Wolio di sekolah-sekolah formal sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya daerah, Jum’at (13/2/26).
Desakan tersebut disampaikan dalam kegiatan Kaderisasi Tingkat Dasar (KTD) GMNI yang berlangsung baru-baru ini.
Dalam forum tersebut, salah satu kader GMNI, Alin, menegaskan bahwa Bahasa Wolio merupakan identitas historis dan kultural masyarakat Baubau yang tidak boleh hilang di tengah arus modernisasi.
“Bahasa Wolio bukan sekadar bahasa komunikasi, tetapi simbol jati diri dan sejarah panjang masyarakat Buton. Jika tidak diajarkan secara formal di sekolah, generasi muda akan semakin jauh dari akar budayanya,” ujar Alin dalam sesi diskusi kaderisasi.
Menurutnya, saat ini penggunaan Bahasa Wolio di kalangan pelajar semakin menurun. Ia menilai pemerintah daerah perlu mengambil langkah konkret dengan menjadikan Bahasa Wolio sebagai muatan lokal wajib di tingkat pendidikan dasar hingga menengah.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua Bidang Keorganisasian GMNI, Novaldin, menyampaikan bahwa pemerintah kota memiliki tanggung jawab moral dan konstitusional dalam menjaga dan mengembangkan kebudayaan daerah.
“Pelestarian bahasa daerah adalah bagian dari amanat konstitusi. Pemerintah Kota Baubau tidak boleh abai terhadap eksistensi Bahasa Wolio. Kami meminta Wali Kota Baubau untuk segera merumuskan kebijakan strategis agar Bahasa Wolio kembali diajarkan secara sistematis di sekolah formal,” tegas Novaldin.
Ia juga mendorong adanya kolaborasi antara Dinas Pendidikan, tokoh adat, budayawan, serta akademisi dalam menyusun kurikulum dan menyiapkan tenaga pendidik yang kompeten di bidang Bahasa Wolio.
GMNI menilai bahwa pendidikan formal adalah ruang paling efektif untuk memastikan keberlangsungan bahasa daerah di tengah tantangan globalisasi dan dominasi bahasa asing. Tanpa kebijakan yang jelas dan terstruktur, Bahasa Wolio dikhawatirkan akan semakin tergerus oleh perkembangan zaman.
Melalui pernyataan ini, GMNI berharap Pemerintah Kota Baubau segera mengambil langkah nyata demi menjaga warisan budaya dan memperkuat identitas generasi muda Baubau.
Laporan : Aan













