Pemerintah Percepat Pemulihan 11 Kabupaten Terdampak Bencana di Sumatera, Fokus pada Infrastruktur dan Layanan Dasar

0
24
FOTO : Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) terus mempercepat upaya rehabilitasi dan pemulihan di sejumlah wilayah terdampak bencana di Pulau Sumatera.

Jakarta – Pemerintah pusat melalui Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) terus mempercepat upaya rehabilitasi dan pemulihan di sejumlah wilayah terdampak bencana di Pulau Sumatera.

Dari total 52 kabupaten yang terdampak, sebagian besar wilayah kini telah menunjukkan perkembangan positif menuju kondisi normal.

Berdasarkan data per Jumat, 27 Februari 2026, sebanyak 38 kabupaten telah kembali normal, sementara tiga daerah lainnya berada dalam status mendekati normal. Namun demikian, masih terdapat 11 kabupaten di tiga provinsi yang memerlukan atensi khusus dan percepatan penanganan lanjutan.

Adapun 11 kabupaten yang masih berstatus atensi khusus meliputi Padang Pariaman dan Agam di Sumatera Barat; Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan di Sumatera Utara; serta Bireuen, Aceh Timur, Aceh Tengah, Aceh Utara, Gayo Lues, Aceh Tamiang, dan Pidie Jaya di Provinsi Aceh.

Wilayah-wilayah tersebut masih memerlukan percepatan pemulihan berbagai indikator penting, mulai dari layanan publik, sarana pendidikan dan kesehatan, akses transportasi darat, hingga pemulihan aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.

Selain itu, pemulihan layanan dasar seperti pasokan BBM, air minum, jaringan internet, gas elpiji, sistem sanitasi, pengelolaan sampah, dan normalisasi sungai juga menjadi prioritas utama.

Pemerintah menegaskan komitmennya untuk mempercepat rehabilitasi melalui berbagai langkah konkret, termasuk pembersihan lumpur akibat banjir bandang, pembukaan akses darat menuju wilayah terisolasi, normalisasi sungai, serta pembersihan puing dan material longsor yang masih menghambat aktivitas masyarakat.

Untuk memastikan percepatan tersebut berjalan optimal, pemerintah meminta seluruh unsur lintas sektor agar tetap menjaga intensitas kerja di lapangan dan memperkuat koordinasi antarinstansi.

Dalam kesempatan itu, pemerintah juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah berkontribusi aktif dalam proses pemulihan, termasuk Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), yang telah bekerja keras memulihkan akses jalan nasional, jalan provinsi, serta jembatan penghubung guna memastikan kelancaran distribusi logistik.

Upaya percepatan pemulihan ini diharapkan mampu mengembalikan aktivitas masyarakat secara menyeluruh, sekaligus memperkuat ketahanan daerah terhadap potensi bencana di masa mendatang.

Editor : Papi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini