Terparah Dilanda Banjir, Warga Seuneubok Saboh Justru Tak Tersentuh Bantuan JADUP

0
14
FOTO : Desa Seuneubok Saboh.

Aceh Timur — Ironi pascabencana terjadi di Desa Seuneubok Saboh. Meski menjadi salah satu wilayah paling parah terdampak banjir besar akhir 2025, warga justru tidak masuk dalam daftar penerima bantuan Jaminan Hidup (JADUP).

Fakta ini memicu kekecewaan mendalam, mengingat sejumlah desa lain di Kecamatan Pante Bidari yang tingkat kerusakannya lebih ringan justru telah menerima bantuan tersebut.

Kepala Desa (Geuchik) Seuneubok Saboh, Mukhtar, menegaskan bahwa pihaknya telah menjalankan seluruh prosedur pendataan sesuai arahan pemerintah sejak awal bencana.

“Kami sudah kirim semua data korban, lengkap dengan kategori kerusakan rumah, baik berat, sedang, maupun ringan,” ujarnya Selasa (07/04).

Data Sudah Dikirim, Bantuan Tak Kunjung Datang

Mukhtar menjelaskan, dua bulan setelah banjir, desa mereka sempat masuk dalam data penerima bantuan hunian sementara (huntara) sebanyak 49 unit.

Namun, untuk bantuan lanjutan bagi rumah rusak sedang dan ringan—yang dijanjikan masing-masing sebesar Rp30 juta dan Rp15 juta—hingga kini belum terealisasi.

“Surat pernyataan sudah dibuat oleh warga sesuai ketentuan. Tapi sampai sekarang belum ada kejelasan bantuan itu,” ungkapnya.

Bantuan JADUP Cair, Desa Ini Justru Hilang dari Daftar

Kekecewaan semakin memuncak saat pemerintah mulai menyalurkan bantuan JADUP pasca Idulfitri, dengan skema Rp15 ribu per jiwa per hari selama tiga bulan.

Alih-alih menerima, nama Desa Seuneubok Saboh justru tidak tercantum dalam daftar penerima.

“Yang paling miris, desa kami yang paling parah terdampak malah tidak masuk data. Sementara desa lain yang tidak separah kami justru dapat,” kata Mukhtar dengan nada kecewa.

Warga Minta Pemerintah Turun Tangan

Warga yang terdampak berharap pemerintah segera melakukan verifikasi ulang terhadap data penerima bantuan.

“Kami sangat membutuhkan bantuan ini untuk bertahan hidup pascabencana. Kami berharap pemerintah segera memperbaiki data,” ujar salah satu warga.

Hingga kini, warga Desa Seuneubok Saboh masih menunggu jawaban: mengapa desa yang paling parah terdampak justru terlewat dari bantuan yang seharusnya menjadi hak mereka.

Editor : Papi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini