Cengkeh Natuna Tembus Pasar Surabaya, Karantina Jamin Mutu dan Keamanan

0
16
FOTO : Proses pengiriman cengkeh Natuna ke Surabaya menggunakan Kapal Pelni KM Bukit Raya

Natuna – Komoditas cengkeh asal Kabupaten Natuna kembali menunjukkan daya saingnya. Kali ini, hasil perkebunan lokal tersebut berhasil menembus pasar Surabaya, menandai peluang baru bagi penguatan sektor non-kelautan di wilayah perbatasan tersebut.

Keberhasilan ini tak lepas dari peran Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kepulauan Riau yang memastikan setiap komoditas yang dikirim memenuhi standar kualitas dan keamanan melalui proses karantina yang ketat.

Pemeriksaan dilakukan oleh Satuan Pelayanan Pelabuhan Laut Natuna terhadap cengkeh yang akan diberangkatkan menggunakan KM Bukit Raya. Proses ini mencakup verifikasi dokumen serta pemeriksaan kesehatan komoditas.

Proses Ketat Sesuai Regulasi

Mengacu pada Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019, setiap media pembawa wajib melalui dua tahapan utama, yakni verifikasi administratif dan pemeriksaan kesehatan.

Verifikasi dilakukan untuk memastikan keabsahan dokumen, sementara pemeriksaan kesehatan bertujuan memastikan cengkeh bebas dari Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK).

Kepala Karantina Kepri, Hasim, menegaskan bahwa seluruh komoditas yang dilalulintaskan harus dalam kondisi sehat dan layak edar.

“Kami memastikan setiap komoditas yang dikirim telah memenuhi standar. Sertifikat kesehatan menjadi jaminan bahwa produk aman dan berkualitas,” ujarnya Hasim, Kamis (23/04).

7 Ton Cengkeh Siap Edar

Dalam pengiriman kali ini, total cengkeh yang dikirim mencapai 7.000 kilogram atau sekitar 7 ton. Komoditas tersebut dikemas dalam 111 karung, terdiri dari 94 karung cengkeh dan 17 karung tangkai cengkeh.

Setelah melalui seluruh tahapan pemeriksaan dan memperoleh Sertifikat Kesehatan Tumbuhan Antar Area (KT-3), cengkeh Natuna dinyatakan layak untuk dipasarkan ke daerah tujuan.

Dorong Diversifikasi Ekonomi Daerah

Pengiriman ini menjadi sinyal positif bagi pengembangan sektor perkebunan di Natuna, yang selama ini lebih dikenal dengan potensi kelautan dan perikanannya.

Selain membuka akses pasar yang lebih luas, aktivitas distribusi ini juga berdampak langsung terhadap peningkatan pendapatan petani lokal serta mendorong diversifikasi ekonomi daerah.

Hasim pun mengajak para pelaku usaha untuk terus mengembangkan komoditas unggulan dengan tetap mematuhi ketentuan karantina.

“Peluang pasar masih sangat terbuka. Namun seluruh proses harus sesuai aturan agar kualitas tetap terjaga dan kepercayaan pasar meningkat,” tegasnya.

Dengan dukungan pengawasan yang ketat, peningkatan kualitas produksi, serta akses distribusi yang semakin terbuka, komoditas cengkeh Natuna berpotensi menjadi salah satu kekuatan baru dalam peta ekonomi daerah bahkan menembus pasar nasional hingga internasional.

Editor : Papi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini