Peluit, Senter, dan Cermin: Alat Sederhana yang Bisa Menjadi Penyelamat Nyawa

0
35
FOTO : Alat sederhana bisa menjadi penyelamat nyawa

Natuna – Peluit, senter, dan cermin mungkin terlihat sebagai benda kecil yang sering dianggap sepele. Namun di kondisi darurat, alat sederhana tersebut justru bisa menjadi penentu keselamatan seseorang saat berada di laut maupun di hutan.

Hal itu disampaikan Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Natuna melalui edukasi keselamatan kepada masyarakat, Sabtu (24/5/2026).

Banyak orang kerap merasa aman karena sudah terbiasa melaut atau merasa perjalanan tidak akan berlangsung lama. Padahal kondisi alam dapat berubah sewaktu-waktu tanpa bisa diprediksi sepenuhnya.

Gelombang laut yang awalnya tenang dapat berubah tinggi dalam waktu singkat. Begitu juga jalur hutan yang familiar bisa menjadi berbahaya saat kabut turun atau cuaca berubah.

Dalam situasi seperti itu, peluit, senter, dan cermin memiliki fungsi penting sebagai alat komunikasi darurat atau sinyal SOS yang dipahami secara universal.

Kode SOS sendiri dikenal dengan pola tiga pendek, tiga panjang, dan tiga pendek. Sinyal tersebut dapat disampaikan menggunakan suara peluit, cahaya senter, maupun pantulan cermin.

Di laut, suara manusia sering kalah oleh ombak dan angin. Sementara di hutan, teriakan hanya mampu menjangkau jarak terbatas. Sebaliknya, suara peluit dapat terdengar hingga radius lebih jauh dan lebih mudah dikenali tim penyelamat.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Natuna, Abdul Rahman, mengatakan kesiapan perlengkapan keselamatan sangat membantu proses pencarian saat kondisi darurat terjadi.

“Masyarakat yang beraktivitas di laut maupun di hutan, kami berharap kesadaran akan kesiapan dan persiapan semakin meningkat. Baik itu wawasan pengetahuan maupun peralatan seperti yang disebutkan tadi. Itu semua akan sangat membantu tim penyelamat saat terjadi kondisi darurat,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya perlengkapan keselamatan lainnya seperti pelampung, radio komunikasi, serta menyampaikan rencana perjalanan kepada keluarga sebelum berangkat.

Selain itu, masyarakat diimbau untuk tidak beraktivitas seorang diri dan memastikan seluruh perlengkapan maupun kondisi fisik dalam keadaan baik sebelum melakukan perjalanan.

“Dan hindari beraktivitas seorang diri. Pastikan semua dalam kondisi baik dan layak sebelum berangkat,” pesannya.

Kantor SAR Natuna berharap edukasi sederhana tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa keselamatan sering kali ditentukan oleh hal-hal kecil yang selama ini dianggap tidak penting.

Sebab dalam situasi darurat, alat sederhana seperti peluit dan senter bisa menjadi pembeda antara cepat ditemukan atau terlambat mendapatkan pertolongan.

Editor : Papi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini