Azhari Buka Data Pembangunan Buton Tengah di HUT ke-12: IPM Naik, Kemiskinan Turun, Ekonomi Melesat

0
14
Keterangan foto: Bupati Buton Tengah Dr Azhari saat menyampaikan pidato HUT Ke 12 Buton Tengah di kantor DPRD Buton Tengah

Buton Tengah – Momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-12 Kabupaten Buton Tengah dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Buton Tengah untuk menyampaikan capaian pembangunan sekaligus arah kebijakan strategis daerah ke depan. Hal itu disampaikan Bupati Buton Tengah, Dr. Azhari, S.STP., M.Si., saat menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Buton Tengah yang digelar di Labungkari, Rabu (22/7/2026).

Dalam pidatonya, Bupati Azhari menegaskan bahwa tema HUT tahun ini, “Buton Tengah, Kota Pendidikan dan Kota Santri yang Bermanfaat dan Berdampak Global,” menjadi komitmen pemerintah daerah dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, religius, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Di hadapan pimpinan dan anggota DPRD, unsur Forkopimda, serta para tamu undangan, Azhari memaparkan sejumlah indikator makro yang menunjukkan perkembangan positif selama periode 2020 hingga 2025.

Menurutnya, kualitas sumber daya manusia terus mengalami peningkatan yang tercermin dari naiknya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dari 64,37 poin pada 2020 menjadi 68,39 poin pada 2025. Kenaikan tersebut didukung oleh meningkatnya angka harapan hidup, harapan lama sekolah, serta membaiknya daya beli masyarakat.

Di sektor ekonomi, Buton Tengah juga mencatat pertumbuhan yang semakin kuat setelah pandemi. Laju pertumbuhan ekonomi pada 2025 mencapai 5,56 persen, sementara Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku tercatat sebesar Rp3,41 triliun.

Selain itu, angka kemiskinan juga menunjukkan tren penurunan. Persentase penduduk miskin berkurang dari 15,32 persen pada 2020 menjadi 13,40 persen pada 2025, atau tersisa sekitar 12.610 jiwa. Di bidang ketenagakerjaan, tingkat pengangguran terbuka berada pada angka 3,15 persen yang dinilai cukup kompetitif.

Bupati juga menjelaskan sejumlah program prioritas yang menjadi fondasi dalam mewujudkan Buton Tengah sebagai Kota Pendidikan dan Kota Santri.

Salah satunya melalui Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) yang memberikan pendidikan gratis berbasis asrama bagi 270 siswa dari keluarga kurang mampu sebagai upaya memutus rantai kemiskinan antargenerasi.

Pemerintah daerah juga menyiapkan lahan seluas 20 hektare untuk mendukung pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) setelah Buton Tengah ditetapkan sebagai daerah rintisan oleh pemerintah pusat.

Di sektor pendidikan tinggi, Pemkab mendorong pembentukan Fakultas Sains dan Kemaritiman di Universitas Sembilan Belas November (USN) sebagai langkah mencetak sumber daya manusia yang mampu mengelola potensi kelautan daerah.

Sementara itu, penguatan identitas Buton Tengah sebagai Kota Santri dilakukan melalui optimalisasi peran Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) dan masjid sebagai pusat pembinaan karakter generasi muda.

Tak hanya pendidikan, Bupati Azhari juga memaparkan strategi pengembangan ekonomi daerah melalui konsep Blue Economy yang dipadukan dengan program Transmigrasi Maritim. Enam sektor menjadi fokus pengembangan, yakni pengusulan Geopark Pulau Muna menuju UNESCO, wisata cave diving, budidaya lobster berorientasi ekspor, pengembangan perikanan teri, peternakan berbasis padang rumput, serta penguatan sektor pariwisata pantai.

Untuk mendukung pertumbuhan tersebut, pemerintah daerah terus mempercepat pembangunan infrastruktur strategis, mulai dari peningkatan jalan melalui skema Inpres Jalan Daerah, pengembangan kawasan pertumbuhan Segitiga Emas Dongkala–Talaga–Mawasangka, hingga mendorong percepatan pembangunan Jembatan Lagili–Langkomu yang diharapkan mampu memperlancar konektivitas antarwilayah dan menekan biaya logistik.

Menutup sambutannya, Bupati Azhari mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat kolaborasi dalam membangun daerah.

“Peringatan HUT ke-12 Kabupaten Buton Tengah bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat semangat bersama dalam mewujudkan pembangunan yang lebih maju. Sinergi antara pemerintah, DPRD, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci agar Buton Tengah mampu berkembang dan memberi manfaat hingga tingkat global,” ujar Azhari.

Editor : Papi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini