GMNI dan LMND Kota Baubau Desak Pemerintah Evaluasi Total Program Strategis Nasional

0
35
FOTO : Aliansi Cipayung Plus Kota Baubau yang terdiri dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan Eksekutif Kota Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EK-LMND) mendesak pemerintah untuk melakukan evaluasi total terhadap Program Strategis Nasional (PSN) yang selama ini dijalankan. Desakan tersebut disampaikan melalui pernyataan sikap resmi yang dikeluarkan kedua organisasi mahasiswa tersebut. Kamis (25/6/2026)

Bursakota.co.id, Baubau – Aliansi Cipayung Plus Kota Baubau yang terdiri dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan Eksekutif Kota Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EK-LMND) mendesak pemerintah untuk melakukan evaluasi total terhadap Program Strategis Nasional (PSN) yang selama ini dijalankan. Desakan tersebut disampaikan melalui pernyataan sikap resmi yang dikeluarkan kedua organisasi mahasiswa tersebut. Kamis (25/6/2026)

Dalam pernyataannya, GMNI dan EK-LMND menilai kondisi bangsa saat ini tengah menghadapi berbagai persoalan serius, mulai dari krisis ekonomi, menurunnya daya beli masyarakat, hingga kebijakan pemerintah yang dianggap belum sepenuhnya berpihak kepada kepentingan rakyat.

Aliansi mahasiswa tersebut menyoroti sejumlah program yang masuk dalam kategori Program Strategis Nasional, seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih. Menurut mereka, pelaksanaan program-program tersebut perlu dievaluasi karena dinilai belum memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kami melihat sulitnya perputaran barang dan jasa, minimnya dukungan pendidikan melalui beasiswa, serta meningkatnya tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat menjadi persoalan yang harus segera mendapat perhatian pemerintah,” demikian isi pernyataan sikap yang disampaikan Aliansi Cipayung Plus Kota Baubau.

Selain menyoroti aspek ekonomi, aliansi tersebut juga menyampaikan kritik terhadap keterlibatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam sejumlah program yang dianggap berada dalam ranah sipil. Mereka menilai tugas dan fungsi TNI seharusnya tetap difokuskan pada pertahanan dan keamanan negara.

Dalam pernyataan sikapnya, GMNI dan EK-LMND Kota Baubau menyampaikan empat tuntutan utama kepada pemerintah, yakni:

1. Mendesak adanya perbaikan terhadap sistem pengelolaan Program Strategis Nasional agar lebih efektif, transparan, dan tepat sasaran.

2. Menolak penambahan peran TNI dalam program-program yang seharusnya dijalankan oleh masyarakat sipil.

3. Meminta agar TNI kembali fokus pada tugas pokok dan fungsinya dalam menjaga keamanan serta kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

4. Mendesak pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proyek-proyek PSN dan memperketat sistem pengawasan dalam pelaksanaannya.

Aliansi Cipayung Plus Kota GMNI dan Ek-LMND Kota Baubau menegaskan bahwa penyampaian pernyataan sikap tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral mahasiswa sebagai agen kontrol sosial terhadap berbagai kebijakan publik yang dinilai berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.

Mereka berharap pemerintah dapat membuka ruang dialog yang lebih luas dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk kalangan mahasiswa, dalam merumuskan dan mengevaluasi kebijakan-kebijakan strategis nasional.

Pernyataan sikap tersebut ditandatangani oleh Koordinator Lapangan Aliansi Cipayung Kota Baubau, Bung Yayan dan Bung Wahid. Pernyataan itu juga diketahui oleh Ketua EK-LMND Kota Baubau, Bung Ramadan, serta Ketua Cabang GMNI Kota Baubau, Bung Dhira Adityma Jaya.

Laporan : La Ode

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini