TRC BPBD Siantan Timur Gerak Cepat Tangani Rumah Roboh di Desa Nyamuk, Empat Warga Mengungsi

0
28
FOTO : Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pos Kecamatan Siantan Timur bergerak cepat merespons peristiwa robohnya sebuah rumah di Desa Nyamuk, Kecamatan Siantan Timur, Kabupaten Kepulauan Anambas, Selasa (4/8/2026).

Bursakota.co.id, Anambas – Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pos Kecamatan Siantan Timur bergerak cepat merespons peristiwa robohnya sebuah rumah di Desa Nyamuk, Kecamatan Siantan Timur, Kabupaten Kepulauan Anambas, Selasa (4/8/2026).

Koordinator Lapangan (Korlap) Pos TRC BPBD Kecamatan Siantan Timur, Imron, mengatakan pihaknya menerima laporan kejadian pada pukul 11.05 WIB dari seorang warga bernama Padli. Tanpa menunggu lama, tim langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan.

“Begitu menerima informasi, Tim TRC BPBD langsung turun ke lokasi untuk melakukan asesmen dan membantu proses evakuasi barang-barang milik korban,” ujarnya.

Berdasarkan informasi sementara, rumah tersebut roboh sekitar pukul 10.40 WIB dan ambruk seketika ke dalam laut. Dugaan awal, robohnya bangunan dipicu oleh patahnya tiang penyangga rumah.

Dalam penanganan di lapangan, TRC BPBD bersama aparat kecamatan, ketua RT/RW, serta warga setempat bahu-membahu mengevakuasi barang-barang yang masih dapat diselamatkan.

Selain proses evakuasi, tim juga melakukan kaji cepat (rapid assessment), analisis di tempat kejadian perkara (TKP), serta tindakan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) penanganan bencana.

Imron memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, empat orang penghuni rumah terpaksa mengungsi akibat kehilangan tempat tinggal.

“Korban jiwa nihil. Namun terdapat empat orang yang harus mengungsi karena rumah mereka sudah roboh,” jelasnya.

Hingga saat ini, nilai kerugian material masih dalam proses pendataan dan belum dapat dipastikan. Sementara itu, kebutuhan mendesak yang diperlukan bagi para korban adalah bantuan ransum atau logistik makanan.

Adapun personel yang terlibat dalam penanganan di lapangan terdiri dari Imron, Wan Adnan, Susmiran, Samsu Bahari, Abdul Halib, dan Handali, bersama masyarakat setempat.(BK/Jun).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini