Tutup Domino Gen Z, Raja Mustakim Motivasi Pemuda Natuna agar Tak Jadi Penonton di Daerah Sendiri

0
13
FOTO : Founder Komunitas Pecinta Domino Natuna (KPDN), H. Raja Mustakim saat menyerahkan hadiah kepada pemenang lomba domino Gen Z

Natuna – Penutupan Turnamen Domino Gen Z di Cafe CSK, Selasa malam (27/10/2026), menjadi momentum bagi Founder Komunitas Pecinta Domino Natuna (KPDN), H. Raja Mustakim, untuk mengajak generasi muda meningkatkan keterampilan, memperkuat solidaritas, dan mengambil peran nyata dalam pembangunan daerah.

Raja Mustakim yang juga menjabat Ketua Dewan Kehormatan Persatuan Olahraga Domino Indonesia (PORDI) Natuna itu secara resmi menutup turnamen yang diikuti generasi muda tersebut.

Ia berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah mempererat silaturahmi dan menumbuhkan semangat kebersamaan.

Dalam sambutannya, Raja Mustakim mengapresiasi kepedulian Polres Natuna terhadap masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial serta upaya menjaga keamanan dan ketertiban.

Menurutnya, menjaga keamanan bukan hanya tentang penindakan, tetapi juga membangun kepedulian dan melakukan pencegahan agar persoalan sosial dapat diantisipasi sejak dini.

Ia menilai kegiatan seperti penyaluran bantuan sembako kepada masyarakat yang membutuhkan dan program Jumat Bersih merupakan bentuk kepedulian yang patut diapresiasi.

Dorong Komunikasi Pemerintah dan Media

Selain menyoroti kepedulian sosial, Raja Mustakim menekankan pentingnya komunikasi yang baik antara pemerintah daerah dan insan pers.

Ia mendorong Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Natuna untuk terus membangun komunikasi aktif dengan media massa, baik media arus utama maupun media daring.

Menurutnya, keterbukaan komunikasi diperlukan agar masyarakat memahami program serta arah pembangunan daerah, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

“Melalui komunikasi yang baik, masyarakat bisa memahami apa yang ingin dibangun pemerintah daerah. Dengan begitu, kita dapat memperkuat kebersamaan dan menumbuhkan kepedulian bahwa Natuna ini milik kita bersama,” ujarnya.

KPDN Tak Hanya Fokus pada Olahraga Domino

Raja Mustakim menjelaskan, KPDN tidak hanya berfokus pada kegiatan olahraga domino, tetapi juga berupaya memberikan manfaat melalui berbagai kegiatan sosial.

Melalui yayasan yang berada di bawah naungan komunitas, kegiatan bantuan sosial diupayakan menjangkau masyarakat yang membutuhkan, mulai dari wilayah Bunguran Besar hingga desa dan kecamatan lainnya di Kabupaten Natuna.

Ia menyebut kegiatan sosial rutin dilaksanakan setiap Jumat sebagai bentuk komitmen untuk menumbuhkan semangat berbagi dan memperkuat kepedulian terhadap sesama.

Raja Mustakim berharap kegiatan tersebut terus berkembang sehingga keberadaan KPDN dapat memberikan manfaat lebih luas, tidak hanya bagi para pencinta domino, tetapi juga masyarakat Natuna secara keseluruhan.

Anak Muda Harus Terus Tingkatkan Keterampilan

Di hadapan peserta turnamen yang didominasi generasi muda, Raja Mustakim turut berbagi pengalaman ketika masih muda dan aktif bermain domino. Ia bahkan pernah meraih juara pertama dalam permainan tersebut.

Baginya, kegiatan seperti turnamen domino dapat menjadi ruang pertemuan lintas generasi untuk membangun persaudaraan dan belajar berkompetisi secara positif.

Namun, ia mengingatkan bahwa generasi muda tidak boleh berhenti pada aktivitas kompetisi semata. Mereka perlu terus mengembangkan kemampuan atau upskilling agar siap menghadapi perubahan zaman dan persaingan yang semakin kompetitif.

“Ke depan, mereka yang memiliki keterampilan akan lebih siap menghadapi berbagai tantangan. Karena itu, generasi muda Natuna harus terus meningkatkan kemampuan agar mampu bersaing dan ikut membangun daerahnya sendiri,” tegasnya.

Ia mencontohkan Abed, salah seorang anak muda yang memperoleh beasiswa untuk mengikuti pelatihan kreator konten di Tempo Institute.

Raja Mustakim mengapresiasi perkembangan Abed yang dinilainya telah mampu membagikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh kepada orang lain.

Menurutnya, kesempatan mengikuti pendidikan dan pelatihan harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Pengetahuan yang diperoleh tidak seharusnya berhenti pada diri sendiri, tetapi juga dapat dibagikan untuk memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

Ia berharap semakin banyak generasi muda Natuna berani mengembangkan potensi, mempelajari keterampilan baru, dan terlibat dalam berbagai bidang pembangunan.

Sumpah Pemuda Jadi Pengingat Pentingnya Persatuan

Menjelang peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober, Raja Mustakim mengajak generasi muda menjadikan momentum tersebut sebagai pengingat akan pentingnya persatuan, solidaritas, dan kepedulian terhadap daerah.

Ia menegaskan, perbedaan latar belakang maupun pandangan tidak seharusnya menjadi penghalang untuk bekerja sama demi kepentingan bersama.

Sebaliknya, semangat persatuan harus menjadi kekuatan untuk mendorong kemajuan Natuna. Menurutnya, pembangunan daerah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda.

“Melalui momentum Sumpah Pemuda ini, mari kita memperkuat persatuan dan solidaritas. Kita harus kompak dan bersama-sama berjuang agar Natuna semakin maju. Jangan sampai generasi muda kita hanya menjadi penonton di daerahnya sendiri,” pesannya.

Penutupan Turnamen Domino Gen Z diharapkan tidak sekadar mengakhiri kompetisi, tetapi juga menjadi awal bagi tumbuhnya semangat kebersamaan, sportivitas, pengembangan diri, dan kepedulian sosial di kalangan anak muda.

Melalui kegiatan olahraga, peningkatan keterampilan, serta aksi sosial, generasi muda Natuna diharapkan mampu mengambil peran nyata dalam mewujudkan daerah yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing.

Editor : Papi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini