Buton Selatan — Pemerintah Kabupaten Buton Selatan, Sulawesi Tenggara, mulai menjajaki peluang kerja sama dengan Pemerintah Korea Selatan di bidang pendidikan dan kebudayaan.
Penjajakan kerja sama tersebut dibahas dalam pertemuan antara Bupati Buton Selatan Muhammad Adios bersama perwakilan Pemerintah Korea Selatan yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Buton Selatan, Senin (31/8/2026).
Dalam pertemuan itu, kedua pihak membahas sejumlah potensi kerja sama yang dinilai dapat mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperluas promosi budaya Buton Selatan ke tingkat internasional.
Beberapa bidang yang menjadi pembahasan antara lain bantuan sarana dan prasarana pendidikan, program beasiswa, peningkatan kompetensi tenaga pendidik, serta pengembangan pendidikan vokasi dan keterampilan bagi generasi muda.
Selain sektor pendidikan, peluang kerja sama juga mencakup pertukaran seni dan budaya serta pengembangan pariwisata berbasis budaya.
Bupati Buton Selatan Muhammad Adios menyambut baik peluang kerja sama tersebut. Menurut dia, kolaborasi dengan Korea Selatan dapat menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memperkenalkan potensi budaya daerah kepada masyarakat internasional.
“Budaya adalah identitas kita, dan pendidikan adalah kunci masa depan kita,” ujar Adios.
Adios berharap penjajakan tersebut tidak berhenti pada pembahasan awal, tetapi dapat diwujudkan dalam bentuk program kerja sama yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Buton Selatan, khususnya di sektor pendidikan, pengembangan pemuda, kebudayaan, dan pariwisata.
Sebagai tindak lanjut, hasil pertemuan tersebut akan diproses melalui penyusunan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU).
Penyusunan program konkret nantinya akan melibatkan perangkat daerah terkait serta DPRD Kabupaten Buton Selatan, sehingga kerja sama yang dibangun memiliki arah, mekanisme, dan sasaran yang jelas.
Jika terealisasi, kerja sama tersebut diharapkan dapat membuka akses yang lebih luas bagi pelajar, tenaga pendidik, dan generasi muda Buton Selatan untuk memperoleh pengalaman, peningkatan kompetensi, serta peluang pengembangan kapasitas di tingkat internasional.
Laporan : Haris













