Dermaga Apung Lingga Disorot, HNSI Minta APH Usut Dugaan Proyek Asal Jadi

0
44
Foto : Ketua HNSI Lingga Ruslan /Jagat

Lingga – Proyek pembangunan dermaga apung di Pelabuhan Tanjung Buton, Desa Mepar, Kecamatan Lingga, Kabupaten Lingga, menjadi sorotan publik.

Dermaga tersebut merupakan pekerjaan dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melalui Dinas Perhubungan dengan nilai kontrak sebesar Rp704.254.145,82. Proyek ini dikerjakan oleh kontraktor CV Nirwana Jaya dengan konsultan pengawas CV Aska Perkasa Konsultan.

Ketua HNSI Kabupaten Lingga, Ruslan, mengaku heran atas kondisi dermaga yang mengalami kerusakan dalam waktu relatif singkat.

Menurutnya, fasilitas publik seperti dermaga seharusnya memiliki ketahanan yang baik, terlebih digunakan untuk menunjang aktivitas transportasi masyarakat pesisir.

“Kontraktor harus bertanggung jawab atas pembangunan yang diduga asal jadi ini. Saya menilai ini jelas proyek asal jadi. Padahal baru seumur jagung, tidak ada angin ribut, tapi dermaga apung tersebut bisa roboh begitu saja,” tegas Ruslan, Jum’at (24/04).

Ia juga menekankan bahwa persoalan ini tidak boleh dianggap sepele karena menyangkut keselamatan masyarakat serta penggunaan anggaran negara.

Ruslan mendesak agar Aparat Penegak Hukum (APH) turun langsung ke lapangan untuk melakukan penyelidikan menyeluruh, termasuk mengumpulkan keterangan dan fakta terkait kondisi riil pembangunan dermaga tersebut.

“Ini harus menjadi perhatian serius. Jika benar ada permainan oleh kontraktor pelaksana maupun pihak terkait, maka harus diusut tuntas,” pungkasnya.(Bk/Iwan)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini