Dosen STAI Natuna Tanamkan Budaya Melayu Sejak Dini di TK Sedanau

0
89
Foto : Semarak Milad STAI Natuna yang ke-21, STAI Natuna lakukan program penelitian dan pengabdian Dosen di Sedanau Kecamatan Bunguran Barat, Jum'at (28/07).

Bursakota.co.id, Natuna – Dalam rangka Semarak Milad STAI Natuna yang ke-21, STAI Natuna lakukan program penelitian dan pengabdian Dosen di Sedanau Kecamatan Bunguran Barat, Jum’at (28/07).

Adapun jumlah tim penelitian dan pengabdian yang datang di Kelurahan Sedanau yaitu sebanyak sepuluh tim/kelompok.

Sejalan dengan Milad STAI Natuna tersebut. 3 orang dosen Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini yaitu Abu Bakar, M.Si sebagai ketua tim, Vinni Helvionita, M.Si dan Renawati, M.Pd yang melaksanakan Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang di selenggarakan pada tanggal 28 hingga 30 juli 2023 di TK-Negeri 002 Kecamatan Bunguran Barat Kabupaten Natuna.

Kegiatan PKM ini merupakan wujud nyata dari pengalaman Tri Dharma Perguruan Tinggi. Melalui pengabdian ini diharapkan peran perguruan tinggi dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat itu sendiri.

Salah satu program pengabdian masyarakat yang dilaksanakan yaitu “Pengenalan Budaya Melayu Sejak Dini Sebagai Upaya mengenalkan dan Menanamkan Identitas dan Jati Diri Orang Melayu” yang diselenggarakan di TK Negeri 002 Kecamatan Bunguran Barat pada Sabtu, (29/07/2023).

Adapun materi yang disampaikan pada acara pengenalan budaya melayu di TK Negeri 002 Bunguran Barat, yaitu Mengenalkan kesenian, rumah adat melayu, pakaian adat melayu, serta hal yang berkaitan dengan karakter orang melayu serta nilai-nilai pendidikan sebagai upaya menangkal budaya asing yang negatif yang masuk dan mempengaruhi mental dan karakter anak.

Budaya Melayu identik dengan agama, bahasa, dan adat-istiadat. Adat Melayu merupakan konsep yang menjelaskan satu keseluruhan cara hidup Melayu. Dahulu Melayu merupakan kerajaan-kerajaan yang berada di kawasan Nusantara. Seorang raja harus memegang teguh adat Melayu dalam menjalakan kekuasaannya terhadap rakyatnya.

Adat-adat Raja-raja Melayu di antaranya, Melayu diri, yaitu merendahkan diri, tiada mau membesarkan diri, baik dari segi adab-tertib, bahasa pertuturan, perjalanan, dan kedudukan. Tidak garang, yaitu berlemah lembut tidak berlebih-lebihan, tidak berkurangan.

Anak ibarat kertas putih yang masih bersih, jika terdapat coretan negatif dari kertas itu, maka hal itu menjadi sebuah kebiasaan atau karakter yang terbentuk dalam diri seorang anak. Oleh karena itu, lingkungan keluarga dan sekolah sebagai pembentuk karakter atau kepribadian seorang anak.

Dimana anak pertama kali dikenalkan pada dunia tentang bagaimana dan apa yang harus dilakukan ketika menghadapi lingkungan sekitarnya. Nah, dari sanalah terbentuk kepribadian anak menjadi pribadi yang baik dan dapat menerima lingkungan dengan akal fikiran yang baik.

Salah satunya adalah berperilaku sopan, ramah, dan bertanggungjawab dengan sesama. Hal ini merupakan salah satu karakteristik tradisi dan budaya dari bangsa melayu.

Sementara itu, vinni menambahkan anak usia dini merupakan masa emas (golden age). Periode ini biasa disebut sebagai periode pembentukan watak, kepribadian, dan pembentukan karakter.

Salahsatu contoh budaya melayu yaitu rumah adat yang merupakan rumah-rumah milik datuk terdahulu bisa di kenalkan melalui metode menggambar atau mewarnai. Misalnya, dari mengambar secara langsung anak-anak mengetahui 4 bagian utama yang ada di rumah adat melayu yaitu selasar, ruang induk, ruang penghubung, dan ruang dapur.

Berharap pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh STAI Natuna dapat bermanfaat dalam kehidupan kedepanya.

Kegiatan ditutup dengan pantun “Tanak padi di pagi hari, tanak segantang dalam bersukat, hendak dipanjat kepada illahi, semoga pengabdian masyarakat kita mendapat berkat”.

Editor : Dika

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here