Kampung Sungai Burung Salah Satu Penghasil Kerang Darah Terbesar di Lampung

0
19

Bursakota.co.id, Tulang Bawang – Kampung Sungai Burung Kecamatan Dente Teladas, Kabupaten Tulang Bawang adalah salah satu penghasil “Kerang Darah” terbesar di Lampung, rata-rata hasil panen kerang mencapai 3-4 ton per hari.

Diketahui Kerang Darah adalah sejenis kerang yang biasa dimakan oleh warga Asia Timur dan Asia Tenggara pada umumnya. Anggota suku Arcidae menyebutnya “Kerang Darah” karena kerang itu sendiri menghasilkan hemoglobin dalam cairan merah. Kerang ini menghuni kawasan Indo-Pasifik dan tersebar dari pantai Afrika Timur sampai ke Polinesia.

Hal ini terpantau pada saat Dinas Kominfo Tulang Bawang bersama IWO meninjau langsung ke kampung Sungai Burung, dalam rangka menggali destinasi wisata di kampung setempat, Minggu (21/02/2021).

Masyarakat kampung Sungai Burung mayoritas usaha mereka sebagai nelayan. Warga menggantungkan sumber penghasilannya dari hasil laut seperti ikan, udang, kepiting (rajungan), untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari.

Selain itu juga ternyata kampung sungai burung ini merupakan penghasil sekaligus pemasok “Kerang Darah” terbesar pasaran di Lampung dan juga penjualan sudah menembus pasaran manca negara.

Seperti yang diungkapkan Sekertaris kampung Sei Burung Mashuri, hampir semua warga kampung sungai burung ini usaha budidaya kerang darah, karena budidaya kerang ini sangat menjanjikan dan dapat menopang kebutuhan.

“Dalam kurun waktu 4 sampai 5 bulan kami sudah bisa dipanen dan tidak rumit juga cara budidayanya tanpa di beri pakan bisa menghasilkan, “ungkap Mashuri.

Sekkam Mashuri juga menjelaskan, dalam 1 hari warga kampung panennya bisa mencapai 3-4 ton per hari. Jadi dalam satu bulan itu bisa mencapai ratusan 100 ton. Dan untuk harga kami jual kisaran Rp.13.000, sampai Rp.16.000/kilogram itu pun tergantung dari size besar kecilnya, Sedangkan untuk yang size super itu bisa mencapai ratusan ribu/kilogram nya,”jelasnya.

Hal senda disampaikan oleh warga Jamal dan Bahar pada pada Kadis Kominfo Dedy, ketika berkunjung langsung warga yang sedang mengemas hasil panennya.

Disela-sela percakapan beberapa warga budidaya kerang ini juga mengeluhkan, terkadang mereka gagal panen karena pengaruh debit air, sedangkan bibit yang ditebar itu cukup mahal juga per kilonya. Pasokan bibit itu juga dari luar provinsi.

“Kami para nelayan khususnya petani budidaya kerang ini butuh bimbingan dari Dinas terkait untuk masalah pembibitan dan pengemasan hasil panen agar bisa lebih berkembang dan bermutu serta lebih meningkatkan nilai jual di pasaran luas. Karena selama ini kami para pembudi daya kerang darah tidak pernah mendapat bimbingan ataupun pelatihan, ” harap para petani kerang.

Jamal mantan Kakam Sei Burung juga merupakan pelaku budidaya kerang mengatakan, salah satu usaha yang dapat meningkatkan penghasilan warga adalah budidaya kerang.

“Kami berharap pemerintah daerah melakukan pembinaan supaya dapat meningkatkan hasil budidaya, sehingga kesejahteraan warga kampung sungai Burung dapat meningkat,”harapnya.

Laporan : Zulkifli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here