Karhutla Kembali Mengintai, Polres Natuna Perkuat Upaya Pencegahan Bersama Lintas Sektor

0
25
FOTO : Kasubsipenmas Humas Polres Natuna, David Arviad, saat menjadi narasumber dalam podcast KPI STAI Natuna, Sabtu (2/4/2026).

Natuna – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi perhatian serius berbagai pihak, khususnya di wilayah Kabupaten Natuna.

Hal ini disampaikan Kasubsipenmas Humas Polres Natuna, David Arviad, saat menjadi narasumber dalam podcast KPI STAI Natuna, Sabtu (2/4/2026).

Dalam keterangannya, David menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu institusi saja, melainkan harus melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

“Penanganan karhutla ini tidak bisa dilakukan oleh Polres sendiri. Harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan semua stakeholder, baik pemerintah daerah, TNI, dinas pemadam kebakaran, BPBD, maupun BNPB,” ujarnya.

Ia menjelaskan, saat ini upaya penanganan lebih difokuskan pada langkah pencegahan. Seluruh unsur yang tergabung dalam Satgas Karhutla bersama masyarakat turun langsung ke lapangan guna mencegah meluasnya kebakaran.

“Kita bersyukur, seluruh komponen yang ada dapat bekerja sama. Satgas Karhutla berhasil mengatasi kebakaran dengan mengedepankan pencegahan,” katanya.

Menurutnya, potensi karhutla merupakan agenda tahunan, terutama di wilayah kepulauan seperti Natuna yang memiliki karakteristik cuaca panas serta kondisi geografis yang rentan.

Meski demikian, pemerintah daerah bersama seluruh stakeholder terus berupaya maksimal dalam penanganan, baik melalui pemadaman manual, penggunaan mobil pemadam kebakaran, hingga dukungan helikopter untuk water bombing dan modifikasi cuaca.

“Pemda dan stakeholder terus berupaya semaksimal mungkin, baik melalui pemadaman manual, mobil damkar, maupun helikopter untuk pemadaman dan modifikasi cuaca,” tambahnya.

Lebih lanjut, David mengungkapkan bahwa faktor utama penyebab karhutla adalah musim kemarau serta keberadaan lahan gambut di sejumlah wilayah.

Dampak yang ditimbulkan pun cukup luas, mulai dari gangguan kesehatan, kerugian ekonomi masyarakat, hingga risiko kebakaran yang dapat merembet ke permukiman warga.

“Faktor utama tentu musim kekeringan. Dampaknya sangat besar, mulai dari kesehatan, ekonomi masyarakat, hingga risiko kebakaran yang bisa merembet ke rumah warga,” tegasnya.

Terkait penegakan hukum, pihaknya masih mengedepankan langkah preventif dan pendekatan humanis kepada pelaku pembakaran lahan. Namun, tindakan tegas akan diambil apabila pelanggaran terus berulang.

“Sejauh ini belum ada yang sampai diproses ke pengadilan. Kami lebih mengedepankan efek jera melalui pendekatan humanis. Namun jika terus terjadi, tentu akan kami tindak tegas sesuai aturan yang berlaku,” pungkasnya.

Editor : Papi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini