Marzuki: Program MBG Harus Dibenahi, Bukan Dihentikan

0
17
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kepri, Marzuki SH, menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) perlu terus dilanjutkan. Menurutnya, evaluasi harus difokuskan pada yayasan dan oknum pelaksana yang tidak menjalankan program sesuai tujuan.

Tanjungpinang – Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Marzuki SH, menegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program yang sangat baik dan perlu terus dilanjutkan karena memiliki tujuan mulia untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia. Namun, menurutnya, pelaksanaan program harus dievaluasi secara berkala agar benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Marzuki menanggapi berbagai masukan dan kritik masyarakat terkait pelaksanaan Program MBG yang merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto, Senin (15/6/2026).

“Pada prinsipnya program ini sudah sangat baik dan manfaatnya dirasakan masyarakat. Yang perlu dievaluasi adalah pihak-pihak yang menjalankan program, baik yayasan maupun oknum pelaksana yang tidak menjalankan tugas sesuai ketentuan,” ujar Marzuki.

Menurut wakil rakyat dari Daerah Pemilihan Kepri 7 itu, berbagai persoalan yang muncul di lapangan tidak boleh mengaburkan tujuan utama program, yakni meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia sekaligus menekan angka stunting.

Ia menilai evaluasi terhadap pelaksana program penting dilakukan agar semangat awal MBG sebagai program yang berpihak kepada masyarakat tetap terjaga dan tidak menyimpang dari tujuan yang telah ditetapkan pemerintah.

Marzuki juga menekankan bahwa program tersebut harus lebih difokuskan kepada kelompok masyarakat yang benar-benar membutuhkan, terutama di wilayah yang masih menghadapi persoalan kesejahteraan, kekurangan gizi, dan stunting.

“Program ini harus benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan. Dengan begitu manfaatnya akan lebih maksimal dan tujuan pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dapat tercapai,” katanya.

Di sisi lain, Marzuki mengakui kualitas pelaksanaan MBG di berbagai daerah masih belum merata.

Menurutnya, banyak dapur dan mitra pelaksana yang telah bekerja dengan baik, bahkan mampu memenuhi standar yang ditetapkan. Namun, masih terdapat sejumlah pelaksana yang perlu melakukan pembenahan dan peningkatan kualitas layanan.

Karena itu, ia mengajak seluruh pihak yang terlibat untuk mengedepankan semangat pengabdian dan tanggung jawab sosial dalam menjalankan program tersebut.

“Program ini jangan semata-mata dipandang sebagai peluang mencari keuntungan. Yang lebih penting adalah bagaimana program ini dapat membantu masyarakat dan memberikan manfaat nyata bagi anak-anak yang membutuhkan asupan gizi yang baik,” tegasnya.

Sebagai wakil rakyat yang banyak berinteraksi langsung dengan masyarakat, Marzuki mengaku menerima berbagai aspirasi terkait pelaksanaan MBG. Namun, dari berbagai masukan yang diterimanya, mayoritas masyarakat tidak menginginkan program tersebut dihentikan.

“Yang saya dengar dari masyarakat bukan keinginan untuk menutup program ini. Justru masyarakat berharap program ini diperbaiki dan pihak-pihak yang bermasalah segera dievaluasi atau ditindak sesuai aturan,” ungkapnya.

Selain memberikan manfaat bagi penerima program, Marzuki berharap MBG juga mampu menjadi penggerak ekonomi daerah melalui keterlibatan UMKM, petani, nelayan, pelaku usaha penyedia bahan pangan lokal, hingga pengelola kantin sekolah.

Menurutnya, apabila dikelola dengan baik, program tersebut tidak hanya meningkatkan kualitas gizi anak-anak, tetapi juga menciptakan perputaran ekonomi yang berdampak positif bagi masyarakat dan pelaku usaha di daerah.

“Harapan masyarakat sebenarnya sederhana. Program ini terus berjalan, semakin baik, tepat sasaran, dan mampu memberikan dampak ekonomi bagi usaha-usaha lokal di daerah,” katanya.

Di akhir keterangannya, Marzuki menegaskan bahwa tujuan utama Program MBG adalah menciptakan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan bebas dari stunting.

“Kita semua tentu ingin melihat anak-anak Indonesia tumbuh sehat, mendapatkan makanan bergizi, dan memiliki masa depan yang lebih baik. Karena itu, program ini harus terus dikawal bersama agar cita-cita besar pemerintah dalam menciptakan generasi unggul dapat terwujud,” pungkasnya. (Bk/Dika)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini