
Asahan – Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) ke-57 tingkat Kabupaten Asahan Tahun 2026 resmi digelar di Aula Melati Kantor Bupati Asahan, Selasa (15/4/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Asahan ini dihadiri oleh Taufik Zainal Abidin Siregar bersama jajaran Forkopimda, OPD, para camat, serta tamu undangan lainnya.
Pelaksanaan MTQN ke-57 ini mengacu pada Surat Keputusan Bupati Asahan Nomor 100.3.3.2-34.7-1.3 Tahun 2026 tentang pembentukan panitia penyelenggara, yang berlangsung mulai 15 hingga 20 April 2026 dengan pusat kegiatan di Kota Kisaran.
Tahun ini, MTQN diikuti sekitar 25 kecamatan dengan total 853 peserta putra dan putri. Berbagai cabang perlombaan digelar, di antaranya Tilawah Al-Qur’an, Qira’at Sab’ah, Hifzil Qur’an, Fahmil Qur’an, Syarhil Qur’an, hingga Khattil Qur’an yang tersebar di sejumlah lokasi di Kisaran.
Sebagai bentuk apresiasi, Pemerintah Kabupaten Asahan menyiapkan hadiah umroh bagi juara I kategori dewasa putra dan putri serta hafizh 30 juz. Selain itu, peserta juga akan menerima trofi dan uang pembinaan.
Dalam sambutannya, Bupati Asahan menegaskan bahwa pelaksanaan MTQ tahun ini dilakukan secara sederhana sebagai bentuk efisiensi anggaran. Namun, hal tersebut tidak mengurangi nilai dan tujuan utama kegiatan.
“Kesederhanaan ini bukan hambatan. Kita harus membuktikan bahwa MTQ lahir dari kerja tulus, ikhlas, dan semangat para penggiat Al-Qur’an,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa MTQ harus menjadi media dakwah dan syiar Islam yang efektif, sekaligus mendorong lahirnya generasi Qur’ani yang mampu mendukung pembangunan daerah.
Bupati berharap para qori, qariah, hafizh, dan hafizah dapat terus meningkatkan kemampuan agar mampu bersaing hingga tingkat nasional, tidak hanya dari segi kuantitas, tetapi juga kualitas.
Selain itu, ia juga meminta Dewan Pengawas dan Dewan Hakim untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh, guna melahirkan peserta terbaik yang dapat mengharumkan nama Kabupaten Asahan di kancah nasional.
MTQN ke-57 ini diharapkan menjadi momentum memperkuat syiar Islam sekaligus membangun generasi muda yang berakhlak dan berdaya saing tinggi.(Rik)












