Buton Tengah Miliki Gudang Transit Bulog, Bupati Azhari Luncurkan Program Satu Harga Pangan

0
20
Keterangan Foto : Bupati Buton Tengah dan perwakilan Bulog Sultra saat tinjau gedung sementara Bulog Buton Tengah

Buton Tengah — Pemerintah Kabupaten Buton Tengah resmi meluncurkan program satu harga untuk komoditas beras SPHP dan Minyak Kita bekerja sama dengan Perum Bulog Baubau, sebagai langkah konkret menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di daerah.

Bupati Buton Tengah, Dr Azhari, menyampaikan bahwa peluncuran ini merupakan upaya pemerintah daerah dalam memastikan masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga terjangkau dan merata.

“Alhamdulillah, hari ini kita melaksanakan peluncuran perdana satu harga beras SPHP dan Minyak Kita bersama Bulog Baubau. Buton Tengah juga dipercaya memiliki gudang sementara sebagai tempat transit distribusi beras, minyak goreng, dan gula dari Baubau ke wilayah Buteng,” ujar Azhari dalam unggahannya.

Dalam kesepakatan tersebut, harga beras SPHP kemasan 5 kilogram ditetapkan maksimal Rp61.000 per sak di tingkat masyarakat. Sementara itu, minyak goreng merek Minyak Kita dipatok dengan harga maksimal Rp18.500 per liter.

Menurut Azhari, kebijakan ini diharapkan mampu menekan fluktuasi harga pasar serta mencegah praktik spekulasi yang merugikan masyarakat.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pihak Bulog, khususnya pimpinan wilayah Sulawesi Tenggara serta jajaran manajemen Bulog Baubau yang telah mendukung penuh penyediaan gudang Bulog sementara di Buton Tengah.

“Terima kasih kepada Pinwil Bulog Sultra, Ibu Nurhayati selaku manajer wilayah, serta pimpinan cabang Baubau dan seluruh tim atas dukungannya. Ini adalah bentuk sinergi yang baik antara pemerintah daerah dan Bulog,” tambahnya.

Tak lupa, Bupati Azhari turut memberikan ucapan selamat kepada para pemilik kios pangan yang terlibat dalam program ini. Ia berharap seluruh pihak dapat menjalankan peran masing-masing dengan baik demi kepentingan masyarakat luas.

“Selamat kepada para pemilik kios pangan. Semoga usaha kita ini bernilai ibadah di sisi-Nya,” tuturnya.

Ke depan, Pemerintah Kabupaten Buton Tengah juga berharap agar pembangunan gudang Bulog permanen beserta kantor operasionalnya dapat segera terealisasi di wilayah Buton Tengah, guna memperkuat sistem distribusi pangan dan ketahanan logistik daerah.

Laporan : Haris

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini