Puting Beliung Terjang Desa Tanjung Kelit Lingga, 80 Rumah Warga Rusak

0
10
FOTO : Rumah warga di Desa Tanjung Kelit, Kecamatan Bakung Serumpun, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, mengalami kerusakan akibat diterjang angin puting beliung pada Sabtu (13/6/2026) siang.

Lingga – Sedikitnya 80 rumah warga di Desa Tanjung Kelit, Kecamatan Bakung Serumpun, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, mengalami kerusakan akibat diterjang angin puting beliung pada Sabtu (13/6/2026) siang. Kerusakan yang ditimbulkan bervariasi, mulai dari ringan hingga berat.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 12.00 WIB saat wilayah Desa Tanjung Kelit diguyur hujan deras disertai angin kencang. Dalam waktu singkat, angin puting beliung menerjang kawasan permukiman warga dan menyebabkan sejumlah bangunan mengalami kerusakan.

Pantauan di lokasi menunjukkan kondisi permukiman pesisir porak-poranda. Beberapa atap rumah terlepas dan tersangkut di bangunan lain, sementara sebagian dinding rumah roboh akibat kuatnya terpaan angin. Puing-puing berupa seng, kayu, dan berbagai peralatan rumah tangga tampak berserakan di sekitar rumah warga.

Kepala Desa Tanjung Kelit, Surya, mengatakan pihaknya masih melakukan pendataan untuk memastikan jumlah serta tingkat kerusakan rumah yang terdampak.

“Data sementara terdapat sekitar 80 rumah yang mengalami kerusakan. Kami masih melakukan pendataan lebih rinci untuk mengetahui jumlah rumah yang rusak berat maupun rusak ringan,” ujar Surya.

Menurutnya, rumah-rumah yang berada di kawasan pesisir serta bangunan yang berdiri di atas laut menjadi lokasi yang paling parah terdampak karena langsung berhadapan dengan terjangan angin.

Usai kejadian, aparat desa bersama warga bergerak cepat melakukan pendataan sekaligus membantu membersihkan puing-puing bangunan. Warga juga berupaya menyelamatkan barang-barang yang masih dapat digunakan.

Hingga Sabtu sore, tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Meski demikian, pemerintah desa masih terus melakukan pendataan dan berkoordinasi dengan pihak terkait guna menindaklanjuti penanganan dampak bencana.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi di wilayah Kepulauan Riau, khususnya saat musim hujan disertai angin kencang.(Bk/Iwan)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini