Secangkir Kopi untuk Warga, Cara Humanis Bhabinkamtibmas Natuna Jaga Kamtibmas

0
11
FOTO : Kapolres Natuna, AKBP Novyan Aries Effendie bersama Bhabinkamtibmas saat melayani pengunjung dengan kopi gratis atau KOBIN

Natuna – Di beranda paling utara Indonesia, tempat laut membentang luas dan berbatasan langsung dengan negara tetangga, tugas seorang polisi tak selalu hadir dalam bentuk seragam, patroli, atau sirene.

Di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, kedekatan dengan masyarakat justru dirawat lewat cara sederhana: secangkir kopi hangat.

Momentum Hari Bhayangkara ke-80 menjadi awal lahirnya sebuah inovasi humanis dari Polres Natuna, yakni KOBIN atau Kopi Bhabinkamtibmas Gratis.

Program ini menjadikan kendaraan dinas roda dua milik Bhabinkamtibmas sebagai warung kopi berjalan yang hadir langsung di tengah masyarakat.

Melalui program tersebut, para Bhabinkamtibmas tidak hanya membawa pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), tetapi juga membuka ruang dialog santai bersama warga. Di sela secangkir kopi, masyarakat bisa menyampaikan keluhan, aspirasi, hingga persoalan sosial yang mereka hadapi sehari-hari.

Kapolres Natuna, AKBP Novyan Aries Effendie, mengatakan KOBIN merupakan bentuk nyata pendekatan humanis Polri kepada masyarakat, khususnya di wilayah perbatasan seperti Natuna.

“Kobin adalah program pendekatan humanis berupa warung kopi dengan menggunakan kendaraan sepeda motor yang biasa digunakan oleh para Bhabinkamtibmas. Program ini bertujuan membangun komunikasi santai dengan warga sambil mendengarkan keluhan dan menyampaikan pesan keamanan secara langsung di tingkat desa atau kelurahan,” ujar Kapolres Natuna, Rabu (24/6/2026).

Bagi para Bhabinkamtibmas, program ini bukan sekadar membagikan kopi gratis. Lebih dari itu, KOBIN menjadi ruang tanpa sekat antara polisi dan masyarakat.

Di warung kopi sederhana yang berpindah dari satu sudut kampung ke sudut lainnya, obrolan tentang keamanan lingkungan, kenakalan remaja, hingga persoalan sosial masyarakat mengalir dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan.

Di daerah kepulauan seperti Natuna, yang memiliki jarak antarkawasan cukup berjauhan, interaksi sosial menjadi salah satu kunci penting dalam menjaga stabilitas keamanan. Karena itu, secangkir kopi yang dibagikan Bhabinkamtibmas menjadi lebih dari sekadar minuman, melainkan jembatan yang mendekatkan aparat kepolisian dengan warga.

Kapolres menjelaskan, pada tahap awal program KOBIN baru dioperasikan di wilayah Kecamatan Bunguran Timur, Ranai, dan sekitarnya. Namun ke depan, program tersebut direncanakan hadir di seluruh wilayah hukum Polres Natuna.

“Kobin gratis ini baru kita launching untuk wilayah Ranai dan sekitarnya. Tapi kita berencana akan mengoperasikan di setiap wilayah,” ungkapnya.

Tak hanya membangun komunikasi, kehadiran KOBIN juga diharapkan mampu menghidupkan kembali budaya gotong royong masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan, termasuk melalui pengaktifan Pos Keamanan Lingkungan (Poskamling).

Di wilayah perbatasan yang menjadi garda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia, sinergi antara polisi dan masyarakat merupakan modal utama menjaga kondusivitas daerah. Melalui KOBIN, Polres Natuna ingin menegaskan bahwa keamanan tidak selalu dibangun melalui pendekatan formal. Terkadang, sapaan hangat, kesediaan mendengar, dan secangkir kopi justru menjadi cara paling efektif untuk menumbuhkan kepercayaan.

Dari ujung utara Indonesia, para Bhabinkamtibmas terus menyusuri desa demi desa, membawa pesan kamtibmas sekaligus merawat kebersamaan. Sebab bagi mereka, keamanan lahir dari kedekatan, dan kedekatan bisa dimulai dari secangkir kopi.

Editor : Papi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini