Wakil Walikota Baubau Hamsinah Bolu Dukung Geopark Pulau Muna, Dorong BRIN Teliti Jejak Prasejarah Buton Tengah

0
29
Keterangan foto: Wa Ode Hamsinah Bolu, Wakil Walikota Baubau periode 2025-2030

Bau-bau – Dukungan terhadap upaya mewujudkan Geopark Pulau Muna terus mengalir dari berbagai pihak. Kali ini datang dari Wakil Wali Kota Baubau, Wa Ode Hamsinah Bolu, yang menilai Pulau Muna memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi destinasi bertaraf internasional.

Melalui pernyataannya, Wa Ode Hamsinah Bolu mengapresiasi langkah pemerintah Kabupaten Buton Tengah, Muna, dan Muna Barat yang terus mendorong terwujudnya Geopark Pulau Muna sebagai kawasan yang tidak hanya memiliki nilai geologi, tetapi juga menyimpan kekayaan sejarah dan budaya yang luar biasa.

Menurutnya, keberadaan berbagai situs gua dan jejak prasejarah yang tersebar di wilayah Pulau Muna, termasuk Kabupaten Buton Tengah, menjadi modal penting yang harus diteliti dan dikembangkan secara ilmiah.

“Geopark Pulau Muna sangat potensial menjadi destinasi internasional. Mudah-mudahan BRIN segera turun ke Buton Tengah untuk menginventarisasi dan mengkaji situs-situs gua serta jejak prasejarah yang terdapat di sana. Sebagai daerah tetangga, Baubau tentu mendukung,” ujar Hamsinah.

Ia mengungkapkan bahwa perhatian terhadap potensi prasejarah di Buton Tengah juga pernah disampaikannya secara langsung saat melakukan audiensi dengan Menteri Kebudayaan.

Dalam pertemuan tersebut, Hamsinah menjelaskan bahwa sejumlah gua di Buton Tengah diduga menyimpan jejak kehidupan manusia purba yang memiliki kemiripan dengan lukisan-lukisan prasejarah yang ditemukan di Goa Metanduno, salah satu situs yang telah mendapat pengakuan secara ilmiah di tingkat internasional.

“Ketika audiensi dengan Menteri Kebudayaan, saya menyampaikan bahwa di Buton Tengah juga terdapat situs-situs jejak manusia prasejarah di beberapa gua yang secara kasat mata memiliki kemiripan dengan lukisan di Goa Metanduno yang sudah diakui dunia internasional,” katanya.

Ia menambahkan, usulan tersebut mendapat respons positif dari Menteri Kebudayaan. Bahkan saat itu, Menteri langsung meminta jajarannya untuk berkoordinasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) agar melakukan penelitian lebih lanjut terhadap potensi arkeologi dan prasejarah yang ada di Buton Tengah.

“Pak Menteri langsung meminta jajarannya untuk melaporkan dan berkoordinasi dengan BRIN agar dilakukan penelitian di Buton Tengah,” ungkapnya.

Hamsinah berharap penelitian ilmiah terhadap situs-situs prasejarah tersebut dapat memperkuat nilai penting Pulau Muna dalam pengusulan Geopark Nasional, sekaligus membuka peluang pengakuan yang lebih luas di tingkat internasional.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, akademisi, dan lembaga penelitian menjadi kunci untuk mengungkap kekayaan sejarah yang selama ini tersimpan di kawasan Pulau Muna.

“Potensi yang dimiliki Pulau Muna sangat luar biasa. Jika diteliti dan dikelola dengan baik, bukan hanya menjadi kebanggaan masyarakat setempat, tetapi juga dapat menjadi daya tarik dunia,” pungkasnya.

Laporan : Haris

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini