Tanjungpinang – Sebanyak 570 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Provinsi Kepulauan Riau dinyatakan lulus Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Tahun 2026 dan siap mengemban tugas sebagai aparatur sipil negara yang profesional serta berorientasi pada pelayanan masyarakat.
Peserta yang lulus berasal dari berbagai instansi di Kepulauan Riau, yakni 84 orang dari Pemerintah Provinsi Kepri, 47 orang dari KPU Kepri, 1 orang dari Pemerintah Kota Tanjungpinang, 41 orang dari Kabupaten Bintan, 98 orang dari Kabupaten Karimun, 163 orang dari Kabupaten Lingga, 17 orang dari Kabupaten Natuna, serta 121 orang dari Kabupaten Kepulauan Anambas.
Kepala BKPSDM Provinsi Kepulauan Riau, Any Lindawati, menjelaskan bahwa peserta dinyatakan lulus setelah mengikuti proses penilaian yang mencakup empat komponen utama, yaitu evaluasi sikap dengan bobot 15 persen, evaluasi akademik 20 persen, evaluasi aktualisasi 50 persen, dan evaluasi penguatan kompetensi bidang sebesar 15 persen.
“Dari 571 peserta yang mengikuti Latsar, sebanyak 570 orang dinyatakan lulus. Satu peserta dari Kabupaten Lingga tidak lulus karena mengundurkan diri sebagai CPNS,” ujar Any saat penutupan Latsar CPNS Tahun 2026 di Aula Wan Seri Beni, Dompak, Tanjungpinang, Selasa (9/6/2026).
Dari jumlah peserta yang lulus tersebut, sebanyak 250 orang meraih predikat sangat memuaskan, sementara 320 orang memperoleh predikat memuaskan.
Kegiatan penutupan Latsar dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau, Misni, serta Deputi Bidang Penyelenggaraan Pengembangan Kapasitas ASN Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI, Tri Widodo Wahyu Utomo.
Dalam sambutannya, Sekdaprov Kepri Misni mengingatkan seluruh CPNS yang telah lulus agar mampu mengimplementasikan nilai-nilai Core Values ASN BerAKHLAK dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Menurutnya, ASN harus memahami bahwa tugas utama mereka adalah memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui dukungan terhadap penyelenggaraan pemerintahan.
“ASN adalah pelayan masyarakat. Jangan meminta untuk dihormati, tetapi berikan pelayanan terbaik. Kalau bisa dipermudah mengapa dipersulit, kalau bisa dipercepat mengapa diperlambat. Berikan pelayanan yang memuaskan kepada masyarakat,” tegas Misni.
Ia juga mengingatkan bahwa di era keterbukaan informasi saat ini, setiap pelayanan publik akan selalu menjadi perhatian masyarakat. Karena itu, seluruh ASN diminta bekerja sesuai standar operasional prosedur (SOP) dan ketentuan yang berlaku guna menjaga kepercayaan publik.
Sementara itu, Deputi Bidang Penyelenggaraan Pengembangan Kapasitas ASN LAN RI, Tri Widodo Wahyu Utomo, menegaskan bahwa Latsar bukan sekadar pemenuhan syarat administratif sebagai ASN, melainkan proses pembentukan karakter, integritas, dan profesionalisme aparatur negara.
“Latsar merupakan fondasi awal bagi setiap ASN untuk memahami peran, fungsi, serta tanggung jawabnya sebagai pelayan publik. Ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan harus menjadi bekal untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” ujarnya.
Tri juga berpesan agar para CPNS terus menjaga integritas, disiplin, dan semangat belajar sepanjang perjalanan karier mereka. Menurutnya, tantangan birokrasi ke depan membutuhkan ASN yang adaptif, inovatif, serta mampu bekerja secara kolaboratif.
“Keberhasilan menyelesaikan Latsar bukanlah garis akhir, melainkan titik awal pengabdian. Jadilah ASN yang mampu menghadirkan solusi, menjaga kepercayaan publik, dan senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai dasar ASN dalam setiap pelaksanaan tugas,” pungkasnya.
Editor : Papi













