KKSS Bintan Bergerak Cepat Tangani Lansia Bugis Terlantar, KKSS Kepri dan Dinas Sosial Bintan Turut Mendukung

0
10
FOTO : KKSS Bintan mengambil peran aktif di lapangan dalam menangani lansia terlantar

Bintan – Kepedulian Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Bintan kembali terbukti nyata. Dalam situasi yang membutuhkan penanganan cepat, KKSS Bintan mengambil peran aktif di lapangan dalam menangani lansia terlantar, yang pada umumnya menjadi kewenangan Dinas Sosial. Menindaklanjuti laporan masyarakat terkait kondisi seorang lansia berdarah Bugis, Daeng Maggassing, yang hidup dalam kondisi memprihatinkan di wilayah Kawal, Kabupaten Bintan, KKSS Bintan langsung bergerak cepat melakukan penanganan, dengan dukungan dari KKSS Kepri, Rabu (15/4/2026).

Langkah sigap ini merupakan tindak lanjut dari arahan Ketua KKSS Kepri, Ady Indra Pawennari, yang mendorong jajaran di daerah untuk segera turun ke lapangan guna memastikan kondisi warga serta mencarikan solusi terbaik.

Di lapangan, KKSS Bintan menjadi garda terdepan dalam melakukan penelusuran, pendampingan, serta koordinasi dengan berbagai pihak terkait. Bahkan, dalam kondisi mendesak, KKSS Bintan mengambil inisiatif awal penanganan sambil membangun koordinasi dengan instansi terkait.

Melalui upaya tersebut, tim dari Dinas Sosial Bintan turut turun langsung ke lokasi untuk melakukan assessment terhadap kondisi Daeng Maggassing.

Assessment dilakukan oleh petugas sosial yang melakukan penilaian menyeluruh terhadap kondisi Daeng Maggassing sebagai bagian dari kategori Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS), khususnya lansia terlantar.

Dari hasil penelusuran, diketahui bahwa Daeng Maggassing berasal dari Barebbo, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, dan telah menetap di Bintan selama kurang lebih 20 tahun. Namun di usia senja, ia tidak lagi mampu bekerja sebagai nelayan dan kini hidup sebatang kara setelah istri dan anaknya meninggal dunia.

Saat ini, ia diketahui tinggal menumpang di belakang pos salah satu partai politik di wilayah Kawal dengan kondisi kesehatan yang cukup memprihatinkan. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya luka bekas jahitan di bagian kepala, kondisi tubuh yang lemah akibat kurangnya asupan gizi, serta kesulitan makan akibat sariawan.

Melihat kondisi tersebut, KKSS Bintan bersama KKSS Kepri dan Dinas Sosial Bintan langsung mengambil langkah cepat untuk memberikan penanganan yang layak. Salah satu solusi yang ditawarkan adalah penempatan di Rumah Bahagia agar Daeng Maggassing mendapatkan perawatan secara berkelanjutan.

Ketua KKSS Kepri, Ady Indra Pawennari, melalui Humasnya A. Ridwan, menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran di daerah.

“Ini adalah bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial KKSS. Kami mengapresiasi langkah cepat KKSS Bintan dalam mengambil peran aktif di lapangan. Kami akan terus mengawal hingga beliau mendapatkan perawatan terbaik,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua BPD KKSS Bintan, Rahak, S.Pd., menegaskan komitmen pihaknya dalam membantu warga hingga tuntas.

“Dalam kondisi darurat seperti ini, KKSS Bintan hadir dan mengambil langkah cepat agar warga tidak terlantar. Kami siap menjadi garda terdepan dan memastikan tidak ada warga yang terabaikan,” tegasnya.

Sinergi antara KKSS Bintan, KKSS Kepri, dan Dinas Sosial Bintan dinilai menjadi kunci dalam penanganan persoalan sosial di masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan seperti lansia terlantar.

KKSS Bintan juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi sekitar serta tidak ragu melaporkan jika menemukan warga yang membutuhkan bantuan.

Editor : Papi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini