Taman Baca Sangia Yi Gola Masuk 5 Komunitas Literasi Terbaik Sulawesi Tenggara dalam Program RUANG IQRO

0
39
FOTO : Taman Baca Sangia Yi Gola yang berada di Katolemando, Kecamatan Sampolawa Kabupaten Buton Selatan

Bursakota.co.id, Buton Selatan – Kabar membanggakan datang dari dunia literasi Buton Selatan. Taman Baca Sangia Yi Gola yang berada di Katolemando, Kecamatan Sampolawa Kabupaten Buton Selatan resmi terpilih sebagai salah satu dari 5 komunitas literasi terbaik di Sulawesi Tenggara dalam program RUANG IQRO, sebuah program penguatan literasi yang diselenggarakan oleh Raim Laode melalui KOMANG Foundation. (22/05/2026)

Taman Baca Sangia Yi Gola menjadi satu-satunya komunitas literasi asal Buton Selatan yang berhasil lolos dalam seleksi program tersebut. Pencapaian ini menjadi bukti bahwa gerakan literasi di daerah pesisir dan pelosok tetap mampu tumbuh, bergerak, dan memberi dampak nyata bagi masyarakat, khususnya anak-anak dan pelajar.

Lima komunitas literasi terbaik Sulawesi Tenggara yang terpilih dalam program RUANG IQRO, yakni:
1. Rumah Baca Tenggara – Kabupaten Kolaka
2. Sikola Bajalan — Wakatobi
3. TBM Maimo — Kabupaten Buton
4. Cerita Anak Pesisir — Kabupaten Wakatobi
5. Taman Baca Sangia Yi Gola — Buton Selatan

Program RUANG IQRO sendiri hadir sebagai ruang kolaborasi dan penguatan komunitas literasi di berbagai daerah Indonesia, dengan fokus pada upaya membangun budaya membaca, belajar, dan berpikir kritis di tengah masyarakat.

Selama ini, Taman Baca Sangia Yi Gola dikenal aktif menghadirkan berbagai kegiatan edukatif seperti lapak baca, kelas literasi, ruang bermain anak, diskusi film, hingga kegiatan sosial berbasis pendidikan yang melibatkan relawan muda dan masyarakat sekitar.

Founder Taman Baca Sangia Yi Gola, La Randi., S.,H menyampaikan bahwa capaian ini bukan sekadar tentang penghargaan, melainkan tentang harapan agar literasi di daerah kecil tidak lagi dipandang sebelah mata.

“Kami percaya literasi tidak hanya hidup di kota-kota besar. Dari kampung kecil di pelosok pun, anak-anak berhak memiliki ruang belajar yang layak, ruang tumbuh, dan ruang untuk bermimpi. Ini bukan akhir, tetapi langkah awal untuk terus bergerak lebih jauh,” ujar La Randi.

Ia juga menambahkan bahwa keberhasilan ini adalah hasil kerja kolektif seluruh relawan, anak-anak, dan masyarakat yang selama ini menjaga semangat belajar di Taman Baca Sangia Yi Gola.

“Semoga ini menjadi pemantik semangat bagi komunitas-komunitas kecil lainnya bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bergerak. Literasi harus tetap hidup, bahkan dari tempat-tempat yang sering luput dari perhatian,” tambahnya.

Melalui program RUANG IQRO, diharapkan semakin banyak komunitas literasi di Sulawesi Tenggara yang mendapat dukungan dan ruang berkembang agar gerakan literasi tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi benar-benar menjadi gerakan sosial yang hidup di tengah masyarakat.

Laporan : La Ode

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini