Temui Kepala KSP Dudung Abdul Rahman, Bupati Azhari Usulkan Trans Marine dan Undang Presiden ke Buton Tengah

0
35
Keterangan foto: Bupati Buton Tengah Dr Azhari saat bertemu kepala KSP Prof. Dr. Jendral. (Purn) Dudung Abdul Rahman, di Jakarta

Jakarta – Bupati Buton Tengah, Dr. Azhari, melakukan audiensi dengan Kepala Kantor Sekretariat Kepresidenan, Prof. Dr. Jendral. (Purn) Dudung Abdul Rahman, untuk memaparkan sejumlah program strategis yang tengah dikembangkan di Kabupaten Buton Tengah. Dalam pertemuan tersebut, Azhari juga menyampaikan undangan kepada Presiden Republik Indonesia agar berkenan mengunjungi Buton Tengah guna meresmikan sejumlah proyek nasional yang telah dan sedang dipersiapkan.

Azhari mengungkapkan, sejumlah proyek strategis yang diharapkan dapat dikunjungi Presiden di antaranya pembangunan RSUD Buton Tengah, Gedung Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) Nomor 1 Buton Tengah, peluncuran Sekolah Nasional Terpadu (SNT) di Buton Tengah, pembangunan Batalyon 870 Sangiawambulu, pengembangan KNMP, hingga rencana transformasi kampus STEM khusus bidang kemaritiman.

“Alhamdulillah hari ini kami beraudiensi dengan Bapak Kepala Kantor Sekretariat Kepresidenan. Melalui beliau kami menyampaikan undangan kepada Bapak Presiden untuk berkunjung ke Buton Tengah sekaligus meresmikan dan melihat langsung berbagai program nasional yang sedang kami siapkan,” ujar Azhari dalam unggahannya.

Dalam kesempatan itu, Azhari juga memaparkan konsep Transmigrasi Maritim atau Trans Marine, sebuah gagasan baru yang menurutnya lahir dari hasil diskusi bersama Prof. Suratman saat menjadi ahli Program Trans Patriot di Buton Tengah.

Menurut Azhari, konsep Trans Marine merupakan model transmigrasi berbasis potensi kelautan yang dirancang untuk memberdayakan masyarakat pesisir sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah kepulauan. Gagasan tersebut, kata dia, telah mendapat dukungan dari Kepala Kantor Sekretariat Kepresidenan.

“Insya Allah akan segera dilaksanakan rapat lintas kementerian untuk membahas program ini. Selanjutnya, tim dari berbagai kementerian direncanakan akan turun langsung ke Buton Tengah guna meninjau potensi Trans Marine sekaligus melihat berbagai program unggulan pemerintah yang ada di daerah ini,” jelasnya.

Lebih lanjut, Azhari menjelaskan bahwa pengembangan Trans Marine akan dikolaborasikan dengan dunia usaha melalui investasi kawasan yang diarahkan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) maupun Proyek Strategis Nasional (PSN) berbasis kelautan.

Ia menuturkan, apabila program tersebut terealisasi, pemerintah akan memprioritaskan generasi muda Buton Tengah yang belum memiliki pekerjaan tetap untuk menjadi peserta program. Mereka nantinya akan memperoleh berbagai fasilitas, mulai dari keramba budidaya, rumah, kapal, hingga pendampingan dan pembinaan dari Kementerian Transmigrasi selama satu hingga dua tahun.

“Harapan kami, program ini bisa segera terwujud dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Buton Tengah. Jika berhasil, Trans Marine dapat menjadi model percontohan nasional yang bisa diterapkan di berbagai daerah kepulauan di Indonesia,” pungkas Azhari.

Laporan : Haris

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini