Banjir Merendam Puluhan Rumah Warga di Kampung Bunsur Siak

0
53
Banjir berdampak serius terhadap aktivitas perekonomian masyarakat terutama para petani kelapa sawit, karet dan nenas. (Foto: Adi)

Bursakota.co.id, Siak – Hujan deras beberapa pekan terakhir di Kabupaten Siak menyebabkan banjir di Kampung Bunsur. Tidak hanya rumah warga, sejumlah perkebunan masyarakat juga terendam banjir hingga sebetis kaki orang dewasa, Sabtu (30/12/2023).

Banjir berdampak serius terhadap aktivitas perekonomian masyarakat terutama para petani kelapa sawit, karet dan nenas.

Ketua Pemuda Kampung Bunsur, Jupri minta pemerintah segera merespon cepat terhadap banjir yang dialami masyarakat. Sebab katanya, jika air laut mengalami pasang banjir akan naik atau lebih tinggi.

“Banjir ini sudah tiga hari, tapi hari ini yang paling dalam, banjir ini akan bertambah lagi, kalau air laut siang ini mengalami pasang,” kata Jupri saat ditemui dilokasi.

Jupri berharap pemerintah memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak bajir, karena mata pencarian sebagian masyarakat Kampung Bunsur terhambat akibat banjir.

“Sebagian masyarakat kita ada petani karet, nenas dan kelapa sawit, mereka tidak ada penghasilan kerena perkebunan banjir dan akses pun rusak parah,” ucapnya.

Menanggapi masalah banjir, Ketua DPRD Kabupaten Siak Indra Gunawan menyarankan pemerintah harus merespon cepat. Sebab musim penghujan ini sangat berdampak pada penghasilan dan kesehatan masyarakat.

“Kemarin saya turun di sejumlah kampung di Kabupaten Siak, saya ditelpon oleh warga mengenai banjir,” kata Ketua DPRD Kabupaten Siak Indra Gunawan.

Pria kelahiran Sungai Apit ini meminta pemerintah segara mengambil langkah cepat baik berupa bantuan pangan dan lainnya. Sebab kata Indra, sebagian masyarakat tidak memiliki penghasilan karena kebunnya terendam banjir.

“Musim penghujan ini mereka tidak bisa memanen hasil kebun, penghasilan mereka terhambat, kita minta pemerintah segera mengambil langkah cepat, karena ini menyakut kehidupan masyarakat,” ucapnya.

Indra menjelaskan, persoalan banjir bukan pertama kali terjadi, semestinya pemerintah turun langsung melakukan pendataan titik rawan banjir dan mencari penyebab banjir.

Disambungya, apakah banjir itu disebabkan luapan kanal perusahaan atau terjadinya pendangkalan parit. Jika disebabkan luapan air kanal perusahaan pemerintah harus tegas meminta pertanggung jawabannya.

“Jadi jangan sampai masyarakat dirugikan karna pelaku usaha tidak bertanggung jawab dan pemerintah seolah-olah tidak peduli, ini masyarakat kita,” tegasnya.

Kemudian, pria akrab disapa Abang Kito ini meminta kepada penghulu kampung untuk memberikan dirinya informasi apabila perusahaan membandel dan tidak peduli akibat luapan kanal kampung-kampung jadi terendam banjir.

“Sampaikan saja kepada kami, jika terdapat perusahaan membandel dan pemerintah pejamkan mata,” sebutnya. (adi)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini